kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.893.000   -50.000   -1,70%
  • USD/IDR 16.958   -52,00   -0,31%
  • IDX 7.107   84,55   1,20%
  • KOMPAS100 978   11,34   1,17%
  • LQ45 722   8,69   1,22%
  • ISSI 249   4,23   1,73%
  • IDX30 393   5,52   1,42%
  • IDXHIDIV20 489   3,83   0,79%
  • IDX80 110   1,42   1,31%
  • IDXV30 134   2,21   1,67%
  • IDXQ30 127   1,16   0,92%

Pendapatan Barito Renewables (BREN) Meningkat Tipis 1,4% Sepanjang 2025


Jumat, 20 Maret 2026 / 13:33 WIB
Pendapatan Barito Renewables (BREN) Meningkat Tipis 1,4% Sepanjang 2025
ILUSTRASI. Barito Renewables Energy, BREN (DOK/Barito Renewables Energy)


Reporter: Chelsea Anastasia | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) mencatatkan kinerja keuangan yang bertumbuh sepanjang tahun 2025.

Berdasarkan laporan keuangannya, hingga akhir 2025, perseroan mencatat pendapatan konsolidasian sebesar US$ 605 juta, meningkat tipis 1,4% secara tahunan (year-on-year/yoy) dari US$ 597 juta pada tahun sebelumnya.

Capaian ini terutama didukung oleh produksi listrik panas bumi yang stabil dan kontribusi dari Unit Binary Salak.

Adapun laba bersih setelah pajak mencapai US$ 165 juta, meningkat 6,5% yoy dari US$ 155 juta. Sementara, laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk juga naik 8,3% yoy ke US$ 132 juta dari US$ 122 juta pada tahun sebelumnya. 

Manajemen BREN mengungkap, pertumbuhan dari sisi bottom line didorong oleh kinerja operasional yang lebih kuat, serta penurunan biaya pendanaan setelah pelaksanaan optimalisasi utang.

Baca Juga: Barito Renewables (BREN) Temukan Potensi Panas Bumi 60 MW di Halmahera Utara

Lebih lanjut, EBITDA tercatat sebesar US$ 518 juta atau meningkat tipis 0,5% yoy, dengan margin EBITDA sebesar 85,6%. Menurut manajemen BREN, hal ini berkat efisiensi operasional dan pengelolaan biaya yang berkelanjutan.  

Chief Executive Officer Barito Renewables Energy, Hendra Soetjipto Tan mengatakan, meskipun segmen angin menghadapi kondisi yang lebih menantang dibandingkan tahun lalu, aset panas bumi perseroan menghasilkan produksi listrik yang stabil. Sehingga aset ini, katanya, juga menjadi penopang utama kinerja perseroan secara keseluruhan.

"Didukung oleh pengelolaan biaya yang disiplin serta penurunan beban bunga setelah inisiatif optimalisasi utang, perseroan berhasil mencatatkan margin yang lebih kuat dan peningkatan profitabilitas. Ke depan, kami tetap fokus untuk melanjutkan proyek-proyek ekspansi serta memperkuat portofolio," ujarnya dalam siaran pers di keterbukaan informasi, Jumat (20/3/2026).

Hendra menambahkan, secara operasional, perseroan mencatat sejumlah pencapaian sepanjang tahun yang memperkuat portofolio panas bumi. Proyek retrofit Salak diselesaikan pada kuartal III-2025 telah menambah kapasitas baru sebesar 7,7 MW.

Baca Juga: Anak Usaha BREN Mulai Pengeboran Sumur Panas Bumi Pertama di Maluku Utara

Bersama dengan Unit Binary Salak, total kapasitas terpasang bruto pembangkit listrik panas bumi yang dioperasikan perseroan mencapai 910 MW pada akhir tahun 2025, meningkat 24 MW atau 2,7% yoy dibandingkan tahun sebelumnya.

Perseroan juga telah menyelesaikan dua sumur eksplorasi di prospek Hamiding pada Desember 2025, yang mengonfirmasi potensi sumber daya sekitar 55–60 MW. Capaian ini menandai tahap berikutnya dari strategi ekspansi panas bumi perseroan. 

Selain itu, proyek retrofit Wayang Windu perseroan telah diselesaikan pada kuartal I-2026. "Hal ini meningkatkan kinerja keseluruhan dari pembangkit listrik," imbuh Hendra.

Ke depan, Hendra mengungkap perseroan akan melanjutkan pengembangan Salak Unit 7 dan Wayang Windu Unit 3. Keduanya ditargetkan mulai beroperasi secara komersial pada akhir tahun 2026.

"Setelah proyek tersebut selesai, kapasitas panas bumi perseroan diperkirakan akan melampaui 1 GW, sekaligus memperkuat posisi BREN sebagai salah satu perusahaan energi terbarukan di Indonesia," imbuh dia.

Baca Juga: Barito Renewables (BREN) Selesaikan Proyek Retrofit, Kapasitas Terpasang 7,7 MW

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Apa dampak bagi saya, jika saya...



TERBARU

[X]
×