Reporter: Chelsea Anastasia | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Industri kemasan biasanya mendulang untung menjelang momentum bulan Ramadan dan Lebaran. Namun, tahun ini diprediksi pertumbuhannya tak signifikan.
Direktur Eksekutif Indonesian Packaging Federation (IPF), Henky Wibawa mengatakan, pasar industri kemasan masih dibayangi sentimen perubahan gaya hidup dan pasar ritel.
“Sejak 5 tahun terakhir, ritel tak lagi mengandalkan stok barang yang tinggi, sedangkan gaya hidup konsumen saat ini cenderung ke spontanitas,” ujarnya kepada Kontan, Kamis (8/1/2026).
Baca Juga: Insentif Jadi Penentu Laju Penjualan Kendaraan Listrik di Tahun 2026
Henky bilang, para pelaku usaha menyiasati perubahan tersebut dengan mengikuti permintaan pasar. Ini dilakukan dengan menyiapkan kemasan yang unik dengan tampilan yang beragam.
Kini, kemasan pun cenderung disediakan dalam jumlah kemasan yang relatif sedikit, dengan biaya yang efisien. “Namun, tetap memenuhi fungsi yang diharapkan, serta ramah kesehatan dan lingkungan,” kata Henky.
Di lain sisi, perubahan penyediaan kemasan ini juga disebut menjadi tantangan bagi pelaku usaha. Oleh karena itu, Henky menilai perlunya efisiensi peralatan dan kebutuhan secara keseluruhan. Baik teknologi, material, serta proses yang relatif cepat dengan tetap mengedepankan kualitas.
Untuk itu, Henky juga melihat industri butuh bertransformasi ke arah semi dan full-digital. Misalnya, dengan hardware dan software yang dilengkapi dengan artificial intelligence (AI).
Ia menekankan, masih banyak hal yang perlu ditunjang oleh industri. Seperti infrastruktur, rantai nilai pasokan material, dan struktur pembiayaan yang memadai.
Dalam hal ini, Henky juga menyorot pengembangan produk dari UMKM ke skala industri, yang nantinya akan menjadi pasar produk dengan pertumbuhan pesat di masa datang.
Melihat tantangan yang masih nyata, Henky memproyeksikan pertumbuhan industri kemasan hanya mencapai 3%–4% pada kuartal pertama ini. Sementara, pertumbuhan industri kemasan tahun 2026 dibidik mencapai 5–6% secara agregat.
Baca Juga: Target Bauran EBT 2026: Kementerian ESDM Incar Kenaikan 2%
Asosiasi Olefin, Aromatik, dan Plastik Indonesia atau Indonesia Olefin, Aromatic and Plastic Industry Association (Inaplas) juga tidak yakin industri tumbuh.
Sekretaris Jenderal Inaplas, Fajar Budiono memprediksi, penjualan kemasan plastik masih belum banyak bertumbuh pada momentum Ramadan dan Lebaran tahun ini.
“Kalau penjualan sejauh ini masih nggak terlalu besar, di bawah 5%. Tapi kami berharap, nanti di Februari bisa naik ke atas 5% hingga 10%,” terang Fajar saat dihubungi Kontan, Kamis (8/1/2026).
Pasalnya, ia mencermati momentum Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 saja belum mampu mendongkrak penjualan. Meskipun, tetap sudah meningkat dari bulan November 2025 yang turun cukup dalam.
Saat ini, pelaku usaha kemasan plastik tengah memproduksi untuk persiapan Ramadan. Menurut Fajar, di bulan puasa, tren peningkatan penjualan bakal didominasi kemasan plastik yang tebal.
“Karena untuk hidangan panas, lebih gampang mengisi dan membawa dengan kemasan yang lebih tebal,” beber Fajar.
Fajar melanjutkan, Inaplas juga belum yakin prospek industri plastik keseluruhan pada 2026. Pasalnya, barang jadi dari China masih membanjiri pasar lokal, sehingga kompetisi masih ketat. Apalagi, dengan adanya sentimen tarif resiprokal.
“Barang-barang dari China akan banyak kena tarif di sana-sini, sehingga mereka akan cari pasar yang bisa terima harga non-tarif,” kata dia.
Baca Juga: AS Cabut dari Konvensi Iklim PBB, Indonesia Perlu Cari Peluang Pembiayaan Lain
Menurut Fajar, hal ini perlu mendapatkan perhatian lebih besar dari pemerintah untuk menyeimbangan supply (penawaran) dan demand (permintaan).
“Kalau pemerintah masih memberikan ruang kepada impor barang jadi ini sebebas-bebasnya, utilisasi produksi plastik kita tidak bisa naik lagi tahun ini,” tegasnya.
Fajar bilang, rata-rata utilisasi produksi plastik nasional pada tahun 2025 ada di 60%. Inaplas berharap, meskipun berat, utilisasi dapat meningkat ke 62%–65% pada 2026 ini.
Selanjutnya: Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (10/1), Provinsi Ini Diguyur Hujan Sangat Lebat
Menarik Dibaca: 5 Makanan Sehari-hari yang Bisa Bikin Tekanan Darah Naik
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













