Reporter: Chelsea Anastasia | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten di bidang distribusi alat kesehatan, PT Itama Ranoraya Tbk (IRRA) meraih pertumbuhan double digit pada laba bersih dan pendapatan sepanjang 2025.
Berdasarkan laporan keuangannya, Itama Ranoraya mencatatkan pendapatan sebesar Rp 1,1 triliun, meningkat 12,55% year-on-year (yoy) dibandingkan tahun sebelumnya.
Capaian ini diikuti peningkatan laba bersih sebesar 23,03% yoy ke level Rp 65,53 miliar, dengan margin laba bersih di level 5,96%. Selain itu, laba per saham atau earning per share (EPS) juga tercatat naik sebesar 20,13% dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu.
Direktur Utama Itama Ranoraya, Heru Firdausi Syarif, menyatakan, capaian ini merupakan hasil dari strategi ekspansi di berbagai lini usaha yang disertai dengan pengendalian biaya operasional secara efisien.
Baca Juga: Jalan Layang MBZ Padat, Total 57.450 Kendaraan Lintas Dua Arah
Menurutnya, pertumbuhan di tahun 2025 menjadi indikator bahwa fundamental perusahaan tetap terjaga di tengah dinamika industri kesehatan.
"Kenaikan laba yang melampaui pertumbuhan pendapatan ini mencerminkan keberhasilan IRRA dalam mempertajam portofolio produk strategis serta menjaga efisiensi operasional," ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (1/4/2026).
Ia mengatakan, IRRA berfokus pada penyediaan solusi kesehatan yang relevan dengan tren medis saat ini, sehingga mampu memberikan kontribusi margin bagi perusahaan tanpa mengabaikan aspek keterjangkauan bagi layanan kesehatan nasional.
Untuk mendukung pengembangan usaha, hingga akhir 2025, Heru bilang IRRA menuntaskan berbagai investasi yang difokuskan pada penguatan infrastruktur distribusi, sistem logistik, manajemen inventori, serta peningkatan kapabilitas sumber daya manusia.
"Langkah ini mendorong total aset perseroan melonjak 46,65% menjadi Rp 2,43 triliun, yang mencerminkan peningkatan kapasitas operasional secara signifikan," kata Heru.
Ekspansi tersebut, lanjut dia, juga memperluas jangkauan layanan IRRA, di mana jumlah jaringan distribusi tumbuh 18,5% menjadi 2.504 titik di seluruh Indonesia.
Secara segmen, Heru mengungkap, kinerja IRRA didukung oleh kontribusi dari beberapa lini usaha utama, meliputi segmen In vitro diagnostics sebesar Rp 693,48 miliar dan alat kesehatan elektronik medik steril sebesar Rp 347,94 miliar. Lini alat kesehatan non elektronik medik steril menyumbang Rp 52,88 miliar, sementara produk kesehatan lainnya tercatat sebesar Rp 5,91 miliar.
"Capaian di tiap segmen ini dipengaruhi oleh tingginya permintaan pasar, serta keberhasilan kami dalam memperluas portofolio bisnis baru yang memberikan kontribusi positif terhadap pendapatan keseluruhan," ungkapnya.
IRRA menilai, penguatan kapabilitas strategis ini menjadi kunci untuk menjaga ketersediaan alat kesehatan di pasar secara lebih luas dan cepat.
"Ke depan, kami akan fokus meningkatkan penetrasi pasar di wilayah potensial, serta memastikan setiap tahapan ekspansi mampu memberikan kontribusi yang stabil bagi pertumbuhan perusahaan dalam jangka panjang," imbuh Heru.
Baca Juga: Kementerian PKP Ngebut Bangun Rusun di Senen & Tanah Abang, Target Rampung Juni 2026
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













