kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45932,90   4,55   0.49%
  • EMAS1.335.000 1,06%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Pendapatan Recurring Income Saraswanti (SWID) Melonjak 138% di Semester I 2022


Rabu, 31 Agustus 2022 / 11:35 WIB
Pendapatan Recurring Income Saraswanti (SWID) Melonjak 138% di Semester I 2022


Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pendapatan jasa perhotelan PT Saraswanti Indoland Development Tbk melonjak 138% sepanjang semester pertama 2022 dibandingkan periode yang sama 2021 (year on year/YoY).

Direktur Utama PT Saraswanti Indoland Development Tbk Bogat Agus Riyono mengatakan, total pendapatan perseroan dari bisnis jasa perhotelan sepanjang paruh pertama mencapai Rp 44,04 miliar. Sedangkan pada semster I 2021 hanya mencapai Rp 18,49 miliar.

Lini jasa perhotelan merupakan pendapatan berulang (recurring income) emiten berkode saham SWID itu. Sumber recurring income tersebut berasal dari bisnis perhotelan The Alana Yogyakarta Hotel & Convention Center, Yogyakarta dan Innside by Melia Yogyakarta.

"Melesatnya bisnis perhotelan dapat dilihat dari tingkat penghunian (okupansi) kamar yang dalam dua bulan terakhir mencapai rata-rata hampir 80%," kata Bogat dalam keterangan tertulisnya, Kamis (31/8).

Baca Juga: Saraswanti Indoland Development (SWID) Membidik Marketing Sales Rp 100 Miliar

Lalu, permintaan food and beverage dari aktivitas MICE dan pesta-pesta pernikahan juga melonjak sehingga mengerek pendapatan perseroan.

Ia bilang, kegiatan MICE dari lembaga pemerintahan, BUMN, perusahaan swasta, dan perguruan tinggi sudah meningkat pesat. Pada akhir pekan selalu ada pesta pernikahan yang jumlah tamunya terus bertambah.

Sepanjang enam bulan pertama 2022, selain bisnis perhotelan, sumber pendapatan SWID juga berasal dari penjualan Apartemen Yudhistira dan Arjuna-Bima, Yogyakarta.

“Kontribusi lini usaha jasa perhotelan sekitar 76% terhadap total pendapatan semester pertama 2022,” kata Bogat.

Melonjaknya pendapatan recurring income, jelas dia, mendorong pendapatan SWID tumbuh 14% pada semester pertama 2022 dibandingkan periode yang sama tahun 2021. Bila per Juni 2021 sebesar Rp 50,71 miliar, kini naik menjadi Rp 58,06 miliar.

Sementara itu, dari sisi laba bersih, SWID mencatat pertumbuhan 12%, yakni dari Rp 7,11 miliar menjadi Rp 7,95 miliar. 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Sales and Operations Planning (S&OP) Negosiasi & Mediasi Penagihan yang Efektif Guna Menangani Kredit / Piutang Macet

[X]
×