Reporter: Noverius Laoli | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah menyiapkan sekitar 200 juta batang benih unggul untuk komoditas perkebunan serta 5,8 miliar mata tebu guna mendukung pengembangan dan peremajaan perkebunan rakyat seluas 870.000 hektare.
Program ini menjadi bagian dari upaya mempercepat hilirisasi sektor perkebunan dan meningkatkan produktivitas petani.
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan percepatan penyediaan benih merupakan langkah strategis untuk mendorong peningkatan produksi dan kesejahteraan pekebun.
"Pekebun harus mendapatkan benih unggul dengan mudah, cepat, dan terjangkau agar produktivitas meningkat dan perkebunan Indonesia semakin berdaya saing," ujarnya dalam siaran pers, Senin (1/6/2026).
Baca Juga: Stok Beras Tembus 4,3 Juta Ton, Pemerintah Siap Hadapi Kemarau 2026
Program ini tidak hanya membagikan benih, tetapi juga memperluas akses masyarakat terhadap varietas unggul premium yang selama ini sulit diperoleh di pasaran. Komoditas yang menjadi prioritas meliputi kelapa, kakao, kopi, tebu, mete, lada, dan pala.
Ketua Himpunan Produsen Benih Perkebunan dan Kehutanan Indonesia, Masrizal Batubara, mengatakan bahwa benih yang disiapkan tersebut berasal dari sumber benih terbaik yang tersedia saat ini.
Untuk kelapa, pemerintah menyediakan sejumlah varietas unggul seperti kelapa genjah pandan manis, pandan wangi, kopyor, entok, merah Bali, dan kuning Bali. Varietas tersebut dapat mulai berproduksi pada usia sekitar 2,5 tahun.
Beberapa di antaranya memiliki nilai ekonomi tinggi, sementara kelapa merah dan kuning Bali dikenal sebagai bahan baku potensial untuk produksi virgin coconut oil (VCO).
Di komoditas kakao, tersedia jutaan bibit unggul seperti MCC 01, MCC 02, Sulawesi 1, dan Sulawesi 2 yang memiliki produktivitas hingga 2 ton per hektare per tahun serta relatif tahan terhadap serangan penyakit.
Sementara untuk kopi, pemerintah menyediakan varietas robusta HIBERO 1, HIBERO 2, HIBERO 3, dan Sintaro yang berpotensi menghasilkan hingga 2,8 ton per hektare per tahun.
Baca Juga: Maruti Suzuki Bangun Pabrik Raksasa, 1 Juta Mobil Baru Siap Diproduksi
Untuk kopi arabika tersedia varietas Komasti dan Andungsari yang memiliki produktivitas di atas 1,5 ton per hektare per tahun serta berpotensi menghasilkan cita rasa specialty.
"Benih yang disalurkan merupakan varietas unggul dengan produktivitas dan kualitas yang lebih baik dibandingkan jenis yang banyak digunakan saat ini," kata Masrizal.
Pada komoditas tebu, varietas yang disiapkan antara lain Panjalu, AAS Agribun, dan NX 04T. Varietas baru ini memiliki potensi produksi lebih dari 1.500 kuintal per hektare, rendemen di atas 8 persen, serta tahan terhadap kekeringan dan penyakit luka api.
Pengurus Perkumpulan Penangkar Benih Tanaman Perkebunan Indonesia, Agus Nirmala, menambahakn seluruh benih telah tersedia dan akan mulai disalurkan secara bertahap pada periode Juni hingga Desember 2026.
"Bibit yang disalurkan telah melalui proses sertifikasi untuk menjamin kualitasnya, dan masyarakat bisa mengaksesnya secara gratis sesuai ketentuan yang berlaku," ujarnya.
Menurut Agus, program tersebut diharapkan mempercepat adopsi varietas unggul baru di kalangan pekebun rakyat, menggantikan tanaman lama yang produktivitasnya mulai menurun.
Baca Juga: Disuntik Mega Kontrak US$ 60 Juta, Saham CYBR Siap Melesat atau Masih Tertahan?
Dengan penggunaan benih berkualitas, produksi perkebunan rakyat diharapkan meningkat sehingga mampu mendukung pengembangan industri hilir sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.
Program penyediaan benih ini menjadi bagian dari agenda hilirisasi perkebunan nasional 2025–2027 yang berfokus pada penguatan rantai nilai komoditas kelapa, kakao, tebu, kopi, mete, lada, dan pala.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













