Reporter: Zendy Pradana | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Calon jemaah umrah tahun ini diprediksi akan mengalami penurunan karena terdampak kenaikan tiket pesawat dan pelemahan nilai tukar rupiah ke dolar.
Ketua Bidang Humas dan Media DPP Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI), Abdullah Mufid Mubarok mengatakan bahwa situasi saat ini sangat berat bagi penyelenggara umrah di Indonesia.
Dia menjelaskan, keberangkatan jemaah umrah tahun ini akan terdampak akibat beberapa faktor. Mulai dari harga tiket pesawat yang tinggi hingga adanya pelemahan kurs rupiah.
"Tentu berdampak kenaikan harga hotel dan layanan di Arab Saudi," ujar Mubarok kepada Kontan, Senin (1/6/2026).
Baca Juga: Pelemahan Rupiah Berpotensi Tekan Minat Umrah 2026
Mubarok menyebut kondisi Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) hadapi dilema, akibat kondisi harga tiket pesawat hingga pelemahan kurs rupiah.
"Kenaikan harga tiket pesawat karena terkait harga avtur dan kurs rupiah yang melemah, harga hotel yang naik juga, itu di luar kendali PPIU," kata Mubarok.
Perasaan dilema para penyelenggara umrah dialami karena tidak segan ini menaikkan biaya keberangkatan umrah. Namun, di sisi lain penyelenggara bingung mencarikan solusi untuk menghadapi kondisi ini.
Baca Juga: AMPHURI: Penundaan Umrah dan Pembatalan Penerbangan Rugikan Travel
Maka itu, AMPHURI berharap pemerintah RI bisa membantu mencarikan solusi bagi para calon jemaah umrah. Sebab, berangkat untuk menjalankan ibadah umrah masih menjadi keinginan umat islam.
"Animo umat Islam untuk umrah masih sangat tinggi. Karena ibadah di Makkah dan Madinah itu menjadi dambaan seluruh umat Islam yang beriman," tutup Mubarok.
Baca Juga: Sapuhi Ungkap Strategi Pertahankan Minat Pendaftar Umrah Saat Pelemahan Kurs Rupiah
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













