kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45853,01   9,54   1.13%
  • EMAS941.000 -0,21%
  • RD.SAHAM 0.02%
  • RD.CAMPURAN 0.10%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.06%

Pendapatan turun 22%, laba Indo Tambangraya (ITMG) justru melonjak 191%


Rabu, 12 Mei 2021 / 09:05 WIB
Pendapatan turun 22%, laba Indo Tambangraya (ITMG) justru melonjak 191%

Reporter: Vina Elvira | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Program vaksinasi dan penerapan new normal di seluruh dunia telah mendorong pemulihan konsumsi dan permintaan energi.   Alhasil, harga batubara mulai berangsur pulih semenjak bulan Oktober tahun lalu dan mencapai puncaknya di US$ 96 per ton pada akhir bulan Maret tahun ini.

PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) memanfaatkan momentum pemulihan harga dengan kegiatan operasional yang andal dan berjalan lancar serta sisi keuangan yang kuat. “Ketika sektor pertambangan batubara bergerak ke titik terendahnya, Indo Tambangraya telah menerapkan efisiensi biaya secara disiplin guna menjaga agar kegiatan operasional berjalan lancar,” ungkap Indo Tambangraya Megah dalam siaran pers, Selasa (11/5).

Di kuartal pertama 2021, Indo Tambangraya mencatatkan perolehan rata-rata harga batubara sebesar US$ 68,1 per ton, atau naik 29% secara kuartalan dan 16% secara tahunan. Total volume penjualan batubara ITMG mencapai 4,1 juta ton. 

Penjualan ITMG pada pertama 2021 tercatat sebesar US$ 284 juta dan untuk margin laba kotor naik menjadi 30% di kuartal pertama tahun ini. Penjualan ITMG ini sebenarnya turun 22,32% jika dibandingkan dengan kuartal pertama tahun lalu sebesar US$ 365,9 miliar.

Baca Juga: Begini strategi bisnis Indo Tambangraya Megah (ITMG) di tahun ini

Kenaikan harga jual rata-rata telah menghasilkan arus kas yang kuat. Tercatat, EBITDA Indo Tambangraya di kuartal pertama 2021 sebesar US$ 86 juta atau naik 48% dari periode yang sama tahun sebelumnya. Sedangkan laba bersih naik signifikan 191% menjadi US$ 42 juta dari semula US$ 14 juta.

“Dari target volume penjualan 20,7 juta ton-22,9 juta ton untuk tahun ini, Indo Tambangraya telah mendapatkan 67% kontrak penjualan. Sebanyak 27% harga jualnya telah ditetapkan, 39% lagi mengacu pada indeks harga batubara sedangkan 2% lainnya belum ditentukan harga jualnya. Selebihnya 33% belum terjual,” ungkap ITMG.

Hingga Maret lalu, ITM telah menjual sebanyak 4,1 juta ton batubara yang diekspor ke berbagai negara, seperti Jepang, China, Bangladesh, Thailand, dan negara-negara lain di Asia Timur dan Asia Tenggara. Penjualan domestik batubara ITMG sebanyak 0,6 juta ton.

Sampai dengan akhir Maret 2021, total aktiva ITMG bernilai US$ 1,20 miliar dengan total ekuitas US$ 884 juta. ITMG memiliki posisi kas dan setara kas US$ 276 juta dengan posisi pinjaman jangka panjang dari bank sebesar US$ 35,8 juta.

Baca Juga: Pemerintah kerek target produksi batubara, ITMG jadi emiten yang diuntungkan

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU

[X]
×