kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   3.000   0,11%
  • USD/IDR 17.911   11,00   0,06%
  • IDX 6.334   -5,54   -0,09%
  • KOMPAS100 835   -3,80   -0,45%
  • LQ45 633   -4,09   -0,64%
  • ISSI 218   -0,18   -0,08%
  • IDX30 356   -2,06   -0,58%
  • IDXHIDIV20 441   -2,49   -0,56%
  • IDX80 95   -0,52   -0,54%
  • IDXV30 119   0,04   0,03%
  • IDXQ30 114   -0,74   -0,65%

IFII Prediksi Industri MDF Masih Lesu hingga Pengujung 2026, Ini Sebabnya


Selasa, 21 Juli 2026 / 16:36 WIB
IFII Prediksi Industri MDF Masih Lesu hingga Pengujung 2026, Ini Sebabnya
ILUSTRASI. Prospek industri panel kayu, khususnya medium density fibreboard (MDF), diperkirakan masih menghadapi tekanan hingga akhir tahun 2026 (Dok/IFII)


Reporter: Prayogi Ikhrawinata | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Prospek industri panel kayu, khususnya medium density fibreboard (MDF), diperkirakan masih menghadapi tekanan hingga akhir tahun 2026. Ketidakpastian ekonomi global serta meningkatnya tensi geopolitik menjadi faktor utama yang menahan laju permintaan ekspor.

Corporate Secretary PT Indonesia Fibreboard Industry Tbk (IFII), Evan Kristian, mengatakan bahwa sepanjang semester I-2026 permintaan produk MDF mengalami perlambatan. Kondisi tersebut dipicu oleh konflik geopolitik di Timur Tengah yang mengganggu aktivitas perdagangan global.

Menurut Evan, eskalasi konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran telah memberikan dampak langsung terhadap penurunan permintaan dari kawasan Timur Tengah, yang selama ini menjadi salah satu pasar ekspor utama perseroan.

“Tren permintaan produk MDF pada semester I-2026 memperlihatkan kondisi pasar yang melambat sebagai akibat ketegangan geopolitik dan konflik yang berkepanjangan, terutama dampak langsung dari eskalasi perang antara Amerika Serikat-Israel dan Iran yang menyebabkan turunnya permintaan pasar dari kawasan Timur Tengah,” ujar Evan kepada KONTAN, Selasa (21/7/2026).

Baca Juga: BNBR, TPIA, OASA Terpilih Jadi Mitra Penggarap Proyek Sampah Jadi Energi Danantara

Tak hanya dari Timur Tengah, perlambatan permintaan juga terjadi di Jepang yang menjadi salah satu destinasi utama ekspor IFII. Menurut perusahaan, kondisi ekonomi di Negeri Sakura masih membatasi pertumbuhan permintaan terhadap produk MDF.

Seiring dengan kondisi tersebut, IFII memperkirakan prospek bisnis industri MDF hingga akhir tahun ini masih akan dibayangi oleh berbagai tantangan global.

“Prospek bisnis sampai akhir tahun 2026 diprediksi akan tetap mengalami perlambatan dikarenakan kondisi global saat ini yang masih dipenuhi ketidakpastian. Hal ini tidak hanya berdampak pada Perseroan, tetapi juga produsen MDF lainnya, khususnya di Asia,” katanya.

Saat ini, produk MDF masih menjadi penyumbang utama pendapatan IFII. Adapun pasar terbesar perseroan masih terkonsentrasi di kawasan Timur Tengah dan Jepang.

 

Di tengah perlambatan permintaan, perusahaan terus melakukan berbagai langkah antisipatif guna menjaga kinerja. Strategi yang ditempuh meliputi pencarian pasar alternatif, optimalisasi penggunaan bahan baku, hingga penyesuaian harga jual produk untuk menjaga margin keuntungan.

“Kami terus menganalisa dampaknya terhadap margin perusahaan secara keseluruhan, mencari alternatif pasar lainnya, penggunaan bahan baku serta menyesuaikan harga jual produk. Meskipun begitu, Perseroan berusaha agar penjualan dan laba bersih tetap mengalami pertumbuhan yang positif dibanding tahun sebelumnya,” tutup Evan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×