kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Pengajuan impor sapi hidup kuartal II akan dibuka


Jumat, 14 Maret 2014 / 16:22 WIB
ILUSTRASI. Inilah 3 Cara Cek Pemakaian Listrik Pascabayar via Aplikasi hingga Telepon. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/YU


Reporter: Handoyo | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Pemerintah buka rekomendasi impor sapi hidup untuk pemasukan di kuartal II. Perencanaan indikatif impor sapi hidup yang dibuka oleh Kementerian Perdagangan (Kemendag) untuk kuartal II mendatang mencapai 278.000 ekor. 

Bachrul Chairi, Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengatakan, perincian dari perhitungan indikatif impor sapi hidup tersebut adalah sebanyak 214.000 ekor untuk sapi bakalan, dan 65.000 ekor berupa sapi siap potong. "Jumlah tersebut dipersiapkan untuk antisipasi hari besar dan stabilisasi harga," kata bachrul, Jumat (14/3).

Untuk sapi indukan atau sapi betina produktif, Bachrul bilang jumlahnya tidak bisa ditentukan. Hal tersebut dikarena pemerintah tidak mewajibkan dan menjadikan syarat wajib untuk dapat merealisaiskan impor sapi bakalan ataupun sapi siap potong. 

Bachrul menambahkan, persyaratan impor sapi indukan tersebut terlalu berat bila diimplementasikan oleh para pelaku usaha dibidang pengemukan. Menurut Bachrul, manajemen antara perusahaan pengemukan dengan indukan berbeda. Dari sisi finansial, bisnis sapi indukan sapi tidak ekonomis bila tidak di integrasikan dengan usaha perkebunan seperti sawit.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×