kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   3.000   0,11%
  • USD/IDR 17.911   11,00   0,06%
  • IDX 6.334   -5,54   -0,09%
  • KOMPAS100 835   -3,80   -0,45%
  • LQ45 633   -4,09   -0,64%
  • ISSI 218   -0,18   -0,08%
  • IDX30 356   -2,06   -0,58%
  • IDXHIDIV20 441   -2,49   -0,56%
  • IDX80 95   -0,52   -0,54%
  • IDXV30 119   0,04   0,03%
  • IDXQ30 114   -0,74   -0,65%

Pengamat: Saat ini mendorong produk lokal lebih kompetitif


Jumat, 06 Juli 2018 / 20:53 WIB
ILUSTRASI. Bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok


Reporter: Patricius Dewo | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kebijakan-kebijakan strategis yang dilakukan pemerintah dirasa masih kurang mujarab mengatasi pelemahan rupiah dan sentimen perang dagang global. Mulai dari online single submission (OSS), tax holiday, tax allowance, dan percepatan restitusi pajak.

"Menurut saya belum cukup, namun setidaknya bisa membantu dalam jangka pendek," kata Peneliti Institute for Development of Economics & Finance (Indef) Rulli Nasrullah, Jumat (6/7).

Rulli berpendapat pemerintah harus mulai mendorong produk-produk Indonesia lebih kompetitif. Tujuannya untuk memaksimalkan kinerja ekspor.

“Dengan cara meminimalkan biaya logistik, menekan cost produksi produk Indonesia dengan cara mewujudkan kebijakan permodalan yang lebih murah, kebijakan buruh yang kompetitif, dan menghilangkan hambatan ekspor baik yang hard infrastruktur maupuan soft infrastructure," ujarnya.

Hari ini, Amerika Serikat resmi menabuh perang dagang dengan China. Pemerintah negeri Paman Sam mengenakan tarif impor senilai US$ 34 miliar terhadap produk asal China. AS juga berniat menerapkan kebijakan serupa terhadap sejumlah negara.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×