kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.540.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.097   17,00   0,09%
  • IDX 5.439   51,35   0,95%
  • KOMPAS100 703   6,01   0,86%
  • LQ45 547   2,49   0,46%
  • ISSI 186   3,05   1,66%
  • IDX30 306   1,13   0,37%
  • IDXHIDIV20 403   3,67   0,92%
  • IDX80 81   0,56   0,70%
  • IDXV30 112   1,52   1,37%
  • IDXQ30 102   0,58   0,58%

Pengamat: Saat ini mendorong produk lokal lebih kompetitif


Jumat, 06 Juli 2018 / 20:53 WIB
ILUSTRASI. Bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok


Reporter: | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kebijakan-kebijakan strategis yang dilakukan pemerintah dirasa masih kurang mujarab mengatasi pelemahan rupiah dan sentimen perang dagang global. Mulai dari online single submission (OSS), tax holiday, tax allowance, dan percepatan restitusi pajak.

"Menurut saya belum cukup, namun setidaknya bisa membantu dalam jangka pendek," kata Peneliti Institute for Development of Economics & Finance (Indef) Rulli Nasrullah, Jumat (6/7).

Rulli berpendapat pemerintah harus mulai mendorong produk-produk Indonesia lebih kompetitif. Tujuannya untuk memaksimalkan kinerja ekspor.

“Dengan cara meminimalkan biaya logistik, menekan cost produksi produk Indonesia dengan cara mewujudkan kebijakan permodalan yang lebih murah, kebijakan buruh yang kompetitif, dan menghilangkan hambatan ekspor baik yang hard infrastruktur maupuan soft infrastructure," ujarnya.

Hari ini, Amerika Serikat resmi menabuh perang dagang dengan China. Pemerintah negeri Paman Sam mengenakan tarif impor senilai US$ 34 miliar terhadap produk asal China. AS juga berniat menerapkan kebijakan serupa terhadap sejumlah negara.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×