kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.890.000   -66.000   -2,23%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Pengelolaan Hutan Produksi Berkelanjutan Dinilai Dapat Menjaga Satwa Ikonik Papua


Jumat, 06 Februari 2026 / 21:19 WIB
Diperbarui Jumat, 06 Februari 2026 / 21:29 WIB
Pengelolaan Hutan Produksi Berkelanjutan Dinilai Dapat Menjaga Satwa Ikonik Papua
ILUSTRASI. NULL (KOMPAS images/Mazmur A Sembiring)


Reporter: Noverius Laoli | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pengelolaan hutan produksi yang bertanggung jawab dinilai tetap feasible secara bisnis sekaligus mampu menjaga keanekaragaman hayati. 

Temuan ini muncul dari riset jangka panjang IPB University bersama Tunas Sawa Erma (TSE) Group yang menunjukkan aktivitas usaha kehutanan dengan prinsip tebang pilih dan perlindungan area bernilai konservasi tinggi (HCV) masih mampu menopang habitat satwa kunci Papua di tengah tekanan perubahan iklim.

Hasil penelitian empat tahun yang dimulai sejak 2022 itu dipaparkan dalam Seminar dan Lokakarya Konservasi Hidupan Liar di Bogor, Jumat (6/2/2026). 

Riset ini menjadi bukti bahwa praktik operasional berbasis sains dapat memperkuat keberlanjutan usaha sekaligus menekan risiko lingkungan dan reputasi.

Baca Juga: Prabowo Perintahkan Menteri Kehutanan Benahi Tata Kelola Hutan

Pada sektor kehutanan, penelitian mencatat Cenderawasih Kuning-Besar masih ditemukan secara konsisten di areal hutan produksi TSE Group yang menerapkan sistem tebang pilih. 

Lebih dari 100 individu teridentifikasi di dua konsesi, dengan sebagian area dinilai memiliki kesesuaian habitat tinggi. Temuan ini menegaskan bahwa hutan produksi tidak selalu identik dengan degradasi jika dikelola secara disiplin.

Peneliti IPB University, Prof. Ani Mardiastuti, menyatakan pengelolaan hutan yang mempertahankan HCV memberi nilai tambah jangka panjang. 

“Hutan produksi yang dikelola bertanggung jawab tetap mendukung Cenderawasih dan bahkan berpotensi dikembangkan untuk ekowisata,” ujarnya dalam keterangannya, Jumat (6/2/2026).

Dari sisi perairan tawar, riset terhadap Kura-kura Moncong Babi menyoroti risiko baru bagi keberlanjutan ekosistem akibat perubahan iklim. 

Baca Juga: Pemerintah Komitmen Penuh pada Tata Kelola Hutan yang Adil dan Transparan

Curah hujan ekstrem dan banjir di Sungai Kao tercatat memicu kegagalan peneluran pada beberapa periode, yang berpotensi berdampak pada stabilitas populasi satwa dan keseimbangan ekosistem pendukung aktivitas ekonomi lokal.

Peneliti IPB University, Prof. Mirza D. Kusrini, menekankan pentingnya data jangka panjang sebagai dasar pengambilan keputusan. 

“Pemantauan berkelanjutan penting untuk membaca dampak iklim dan menentukan langkah adaptasi,” katanya.

Bagi pelaku usaha, riset ini menjadi pijakan untuk memperkuat standar operasional. 

Direktur TSE Group Wicklief F. Leunufna menyebut kolaborasi dengan akademisi sebagai bagian dari strategi perusahaan. “Operasional kami diarahkan sejalan dengan konservasi berbasis ilmu pengetahuan,” ujarnya dalam siaran pers.

Baca Juga: Denda Penertiban Hutan Capai Rp 6,6 Triliun,Prabowo:Bisa Bangun 100 Ribu Hunian Tetap

Forum ini juga merumuskan rekomendasi teknis dan kebijakan berbasis sains yang dinilai relevan bagi pemerintah daerah. 

Dekan Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB University, Prof. Dodik Ridho Nurrochmat, berharap hasil riset dapat menjadi rujukan kebijakan yang aplikatif. Gubernur Papua Selatan Apollo Safanpo pun menilai riset ilmiah krusial agar pembangunan dan pengelolaan sumber daya alam berjalan bertanggung jawab.

Secara keseluruhan, kolaborasi IPB University dan TSE Group menunjukkan bahwa pendekatan bisnis berkelanjutan, melalui perlindungan HCV, pemantauan satwa liar, dan adaptasi iklim, dapat menjadi strategi kunci menjaga daya saing usaha sekaligus kelestarian ekosistem Papua.

Selanjutnya: Menperin: Nilai Transaksi IIMS Tumbuh Rata-Rata 23% Selama 3 Tahun Terakhir

Menarik Dibaca: Sambut Imlek, Genki Sushi Hadirkan 3 Menu dengan Harga Spesial

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×