kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.888.000   -5.000   -0,17%
  • USD/IDR 17.158   1,00   0,01%
  • IDX 7.621   -2,20   -0,03%
  • KOMPAS100 1.052   -3,78   -0,36%
  • LQ45 757   -2,62   -0,35%
  • ISSI 277   -0,92   -0,33%
  • IDX30 403   -0,40   -0,10%
  • IDXHIDIV20 488   -0,78   -0,16%
  • IDX80 118   -0,36   -0,30%
  • IDXV30 138   0,41   0,30%
  • IDXQ30 129   -0,01   -0,01%

Pengembang asing akan genjot penjualan properti


Rabu, 28 Oktober 2015 / 07:50 WIB


Reporter: Nina Dwiantika | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Ekonomi Indonesia yang sedang lesu tidak menyurutkan niat pengembang (developer) asing untuk menambah proyek. Pasalnya, rencana pemerintah membangun infrastruktur dan mendorong investasi yang akan turut serta mengairahkan pasar properti di Tanah Air. Ujungnya, adalah kebutuhan tempat tinggal di dalam negeri akan tinggi.

Misalnya, PT Tokyu Land Indonesia. Pengembang asal Jepang ini masih berencana untuk membangun properti pada tahun-tahun mendatang secara individu ataupun sinergi dengan perusahaan. Tai Horikawa, Direktur Tokyu Land Indonesia, mengatakan, apartemen dan kondominium masih menjadi fokus perusahaan untuk membangun properti disini.

"Akan selalu ada proyek baru," kata Horikawa, Selasa (27/10). Sayangnya, ia enggan membeberkan proyek apa saja yang bakal digarap oleh Tokyu Land Indonesia.

Lanjutnya, sebelum menggarap proyek anyar, perusahaan akan fokus memasarkan produk yang sudah meluncur pada tahun 2015 ini seperti perumahan di Bekasi-Jawa Barat, apartemen di Serpong-Tangerang Selatan, dan kondominium di T.B Simatupang-Jakarta.

Misalnya, pengembang asal Negeri Sakura ini baru saja meluncurkan produk kondominimum di T.B Simatupang bernama BRANZ. Kondominium ini menempati lahan seluas 1,5 hektar (ha) dengan investasi senilai US$ 100 juta.

Rencananya, perusahaan akan membangun dua tower kondominium dengan kapasitas 381 unit yang terdiri dari dua tipe dengan penawaran harga Rp 5 miliar-Rp 6 miliar per unit.

Tahun depan, Tokyu Land Indonesia memprediksi permintaan properti di Indonesia seperti di Jakarta akan naik karena pemerintah mulai menggarap proyek transportasi seperti mass rapid transit (MRT), light rail transit (LRT), dan penambahan jalur TransJakarta. "Ke depan, kami akan membidik konsumen asing atapun lokal," ucapnya.

Pengembang properti asal Singapura, PT North Pacific Development alias Pollux Properties menilai bisnis properti akan membaik pada tahun 2016 dibandingkan tahun 2015. Mikael Tanuwidjaja, General Manager Sales Pollux Propeperties, menyampaikan, proyek andalan perusahaan pada tahun depan seperti apartemen karena tempat tinggal ini lebih praktis bagi kaum muda.

Misalnya, pengembang asal Negeri Jiran ini mengklain, proyek apartemen di Cikarang-Jawa Barat bernama Chadstone telah laku di pasar karena harga yang masih terjangkau oleh pasar. Seperti apartemen Chadstone di tower 4 dijual dengan harga Rp 389 juta per unit.

"Semua unit apartemen dari tower 1 sampai tower 4 telah laku terjual," ucapnya.
 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×