kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.695   51,92   0,92%
  • KOMPAS100 735   7,36   1,01%
  • LQ45 557   3,64   0,66%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 316   1,31   0,42%
  • IDXHIDIV20 389   -0,57   -0,15%
  • IDX80 83   0,64   0,78%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

Pengembang Singapura kian ekspansif di Indonesia


Sabtu, 23 September 2017 / 16:05 WIB


Reporter: Ivana Wibisono | Editor: Rizki Caturini

KONTAN.CO.ID - Bagaikan kembang yang diserbu kumbang. Begitulah perumpamaan sektor properti di tanah air yang menarik minat investor asing. Mayoritas kumbang yang hinggap ke sektor properti Indonesia itu berasal dari Singapura.

Berdasarkan catatan KONTAN, beberapa perusahaan asal negeri Singa yang masuk bisnis properti dalam negeri antara lain CapitaLand lewat The Ascott Limited, serta Pollux Properties yang telah terlebih dahulu getol menanamkan investasinya di Indonesia.

Terbaru, Keppel Land Limited melalui anak perusahaannya PT Sukses Manis Tangguh mengakuisisi lahan milik Bank Central Asia (BCA) seluas 7.700 meter persegi (m²) dan luas semi gross 36.000 m² di daerah Central Business District Jakarta. Nilai akuisisi Rp 586 miliar atau sekitar USS$ 60 juta.

Rencananya, di lahan tersebut akan dibangun hunian bertingkat berkualitas premium sebanyak 400 unit dengan biaya pengembangan mencapai Rp 1,6 triliun. "Demi memenuhi kebutuhan para ekspatriat serta komunitas pengusaha lokal yang terus bertambah dan mencari apartemen terbaik di tengah kota," kata Ang Wee Gee, Chief Executive Officer (CEO) Keppel Land, Jumat (22/9).

Namun sayang, sampai berita ini naik cetak, KONTAN belum mendapat jawaban dari BCA terkait latar belakang akuisisi tersebut.

Sekretaris Jenderal Real Estat Indonesia Totok Lusida mengatakan, menariknya sektor properti Indonesia tidak dapat dipisahkan dari kondisi ekonomi yang terus berkembang dan kebutuhan properti yang meningkat. "Mau tidak mau, masyarakat akan membeli atau menyewa properti," jelas Totok saat dihubungi KONTAN, Jumat (22/9).

Senada dengan Director Advisory Services Colliers International Indonesia Monica Koesnovagril. Ia bilang, gencarnya pembangunan infrastruktur turut menarik minat investor asing. Apalagi, Indonesia memperoleh predikat investment grade alias layak investasi dari Standard & Poor's (S&P).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×