kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.980.000   16.000   0,81%
  • USD/IDR 16.488   106,00   0,65%
  • IDX 7.830   -121,60   -1,53%
  • KOMPAS100 1.089   -17,02   -1,54%
  • LQ45 797   -14,45   -1,78%
  • ISSI 265   -3,29   -1,23%
  • IDX30 413   -7,90   -1,88%
  • IDXHIDIV20 481   -7,60   -1,56%
  • IDX80 120   -2,17   -1,77%
  • IDXV30 129   -2,94   -2,22%
  • IDXQ30 134   -2,35   -1,73%

Pengusaha metromini kesulitan beli armada baru


Selasa, 02 Februari 2016 / 14:07 WIB
Pengusaha metromini kesulitan beli armada baru


Sumber: Kompas.com | Editor: Adi Wikanto

Jakarta. Pengusaha metromini di Jakarta kesulitan mempermuda armadanya.

Pengusaha mengaku uang muka untuk mendapatkan bus baru mencapai Rp 80 juta. Mereka menilai, jumlah tersebut terlalu besar.

Salah seorang pemilik bus, Herlambang, mengatakan, ia dan sebagian besar rekan-rekannya menyatakan tidak mampu menyediakan uang Rp 80 juta.

"Mungkin teman-teman di Kopaja mampu. Namun, kami di Metromini ini sebagian besar pengusaha kecil, uangnya pas-pasan. Kami tidak mampu kalau harus menyediakan dana sampai Rp 80 juta," kata Herlambang di Kantor Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI Jakarta, Selasa (2/2/2016).

Ia menyampaikan hal ini dalam rapat antara para pengusaha metromini, jajaran Dishubtrans DKI, dan Komisi B DPRD DKI.

Rapat itu membahas masa depan metromini di Jakarta.

Oleh karena itu, Herlambang meminta agar jajaran Dishubtrans DKI dan anggota Komisi B mencarikan solusi atas masalah yang mereka hadapi.

"Semoga Bapak-bapak di Dewan bisa membantu mencarikan solusi untuk kami," ujar dia.

Seperti diberitakan, pada Desember lalu, izin operasi ratusan metromini dicabut karena dinilai sudah tidak laik jalan. Bus-bus itu kemudian dikandangkan oleh aparat Dishubtrans DKI.

Tak ayal, tindakan itu mendapat protes dari para sopir metromini.

Mereka pun sempat beberapa hari melakukan aksi mogok massal. Di sisi lain, jajaran Dishubtrans DKI bergeming.

Gubernur Basuki Tjahaja Purnama pun telah berulang kali mendesak agar para pengusaha metromini bergabung dengan PT Transportasi Jakarta.

Namun, sebelum bisa bergabung dengan Transjakarta, para pengusaha metromini harus meremajalan lebih dulu bus-busnya sesuai standar yang ditetapkan oleh PT Transjakarta.

(Alsadad Rudi)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×