kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.660.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.878   -57,00   -0,32%
  • IDX 5.896   -102,90   -1,72%
  • KOMPAS100 764   -13,28   -1,71%
  • LQ45 584   -4,02   -0,68%
  • ISSI 203   -5,25   -2,52%
  • IDX30 331   -1,77   -0,53%
  • IDXHIDIV20 408   -0,87   -0,21%
  • IDX80 87   -1,24   -1,41%
  • IDXV30 110   -1,47   -1,32%
  • IDXQ30 107   -0,13   -0,12%

Pengusaha minta pencabutan caping ditunda satu tahun


Senin, 31 Januari 2011 / 18:14 WIB


Reporter: Yudo Widiyanto | Editor: Rizki Caturini

JAKARTA. Keinginan PLN untuk mencabut pembatasan (capping) rekening maksimum sebesar 18% terus mendapat desakan dari para pengusaha. Mereka meminta PLN menunda pelepasan batas kenaikan tagihan listrik (capping) 18% bagi pelanggan industri yang akan diberlakukan tahun ini.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofjan Wanandi bilang, pengusaha hanya meminta penundaan pencabutanD capping satu tahun yakni sampai akhir 2011. Sofjan bilang setelah ditunda pemerintah dan pengusaha diharap bisa duduk bersama memikirkan rencana penaikan listrik tahun 2012.

"Kasih kami waktu satu tahun, baru duduk bersama tuk bahas konsumsinya," kata Sofjan, Senin (1/2) disela acara ulang tahun Apindo ke 59.

Menurut Sofjan, semestinya tarif naik secara bersama-sama seluruh pelaku industri dan seluruh konsumen pengguna listrik. Sofjan bilang industri sama sekali tidak menikmati subsidi listrik dan mengklaim telah membayar dengan harga internasional.

"Subsidi justru lebih banyak dinikmati pelanggan dengan 400 kVA—900 kVA yang jumlahnya mencapai sekitar 35 juta pelanggan," katanya.

Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla dalam sambutannya mengatakan pemerintah seharusnya bukan bersikap selalu mengalah kepada keinginan pengusaha terkait dengan rencana pelepasan capping listrik. “Kuncinya bagaimana meyakinkan, tapi bukan berarti pemerintah jadi patuh saja sama pengusaha,” katanya.

Menko Perekonomian Hatta Radjasa bilang capping listrik adalah kesepakatan pemerintah dengan DPR karena itu jika ingin melakukan revisi harus ada pembicaraan dengan DPR. “Kalau sekarang belum ada keputusan terbaru, "katanya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×