kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.270
  • EMAS682.000 0,44%
  • RD.SAHAM 0.04%
  • RD.CAMPURAN 0.21%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.04%

Pengusaha Pusat Perbelanjaan: Banyak mall ditutup karena demo kisruh

Rabu, 22 Mei 2019 / 20:32 WIB

Pengusaha Pusat Perbelanjaan: Banyak mall ditutup karena demo kisruh
ILUSTRASI. Stefanus Ridwan

KONTAN.CO.ID -JAKARTA. Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) menyatakan banyak mall dan pusat perbelanjaan yang terpaksa tutup menyikapi demonstrasi pengumuman hasil rekapitulasi pemilu. Penutupan dilakukan imbas dari ditutupnya akses jalan di area-area tujuan demonstrasi.

Stefanus Ridwan, Ketua Umum APPBI menjelaskan bahwa kondisi ini tidak diinginkan oleh pengelola mall dan peritel, pasalnya penjualan menjelang Lebaran ini merupakan momentum penjualan tertinggi. Namun dirinya berharap demonstrasi tidak akan terus berlanjut sehingga kegiatan usaha di pusat belanja dan perkantoran bisa kembali normal.


“Ya banyak ditutup jalannya, agak susah bagi pengelola mall. Seperti Grand Indonesia, Plaza Indonesia, Slipi Jaya, dan pusat belanja di Thamrin itu sudah terlalu repot. Disitu pengunjungnya susah dan karyawannya juga kasihan,” ujarnya kepada KONTAN, Rabu (22/5).

Bahkan di beberapa pusat belanja di luar area tersebut pun banyak yang mengurangi jam operasional karena berkaitan dengan akses keamanan bagi karyawan. Selain sulitnya mendapatkan kendaraan umum, juga semakin malam demonstrasi menjadi semakin ricuh seperti yang terjadi pada kemarin malam hingga dini hari.

“Karena tidak ada kendaraan umum, karyawan mereka rata-rata dipulangin jam 3 sore agar mereka bisa sampai di rumah dengan selamat. Ini kan demonstrasinya ricuh itu kemarin malam, jadi untuk mengantisipasi saja,” lanjutnya.

Ia menyampaikan sebelum situasi bisa dikendalikan dengan baik, pengelola mall akan mengalami was-was. Kendati rata-rata mall sudah menggandakan pengamanan baik dari jumlah personel maupun jam kerja personel keamanan.

“Mestinya kan kita semua bisa membangun rakyat, kalau situasinya seperti ini kapan rakyat bisa sejahtera. Kalau ini berlangsung lama, ya usaha bisa bangkrut. Apalagi investor luar negeri bisa berpandangan jelek tenatng kita, investasi akan turun. Sekarang saja rupiah sudah melemah, harga saham sudah turun, ini kan indikasi yang buruk. Kalau mereka sayang dengan negara ini seharusnya jangan seperti itu,” tutupnya.


Reporter: Andy Dwijayanto
Editor: Azis Husaini
Video Pilihan

TERBARU
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0004 || diagnostic_api_kanan = 0.0656 || diagnostic_web = 0.2924

Close [X]
×