kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.830   2,00   0,01%
  • IDX 8.132   99,86   1,24%
  • KOMPAS100 1.146   13,97   1,23%
  • LQ45 829   8,49   1,03%
  • ISSI 288   4,60   1,62%
  • IDX30 431   4,26   1,00%
  • IDXHIDIV20 519   5,74   1,12%
  • IDX80 128   1,62   1,28%
  • IDXV30 141   1,99   1,43%
  • IDXQ30 140   1,49   1,07%

APPBI sebut pengusaha mal merugi akibat ulah demonstran yang rusuh


Rabu, 22 Mei 2019 / 19:49 WIB
APPBI sebut pengusaha mal merugi akibat ulah demonstran yang rusuh


Reporter: Andy Dwijayanto | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) mencatat dua hari demonstrasi yang dilakukan memiliki dampak terhadap pusat belanja. Pasalnya, dengan adanya demonstrasi yang berujung kisruh tersebut, membuat banyak mal terpaksa ditutup atau mengurangi jam operasionalnya.

Ketua Umum APPBI Stefanus Ridwan mengatakan, dalam dua hari ini terjadi penurunan signifikan dari tingkat kunjungan orang ke mal dan pusat perbelanjaan. Apalagi beberapa mal juga terpaksa ditutup karena akses jalan juga ditutup untuk kepentingan pengamanan.

“Saya kira kerugiannya banyak sekali, mal itu tidak dapat parkir, pengunjung tidak ada. Selain itu, tenant sudah bayar sewa juga salesnya hilang semua,” ujarnya kepada Kontan.co.id, Rabu (22/5).

Selain itu, pengelola mal dan pusat belanja juga harus menggandakan keamanan dan melakukan jam lembur bagi pihak keamanan. Hal ini membuat pengeluaran untuk uang keamanan menjadi membengkak tetapi tidak dibarengi dengan trafik kunjungan.

“Pemeriksaan juga kami perketat, itu antrian masuk mal bisa sampai 5-6 meter karena kami periksa semuanya tidak boleh sampai metal detctor-nya bunyi,” lanjutnya.

Selain itu, pada hari ini tingkat kunjungan sangat sepi. Bahkan untuk tenant restoran menyatakan terjadi penurunan tingkat kunjungan sebesar 50% pada saat buka puasa dibandingkan dua hari sebelumnya.

Oleh karena itu, dirinya berharap situasi ini segera berlalu agar kerugian yang diderita pengelola mal dan peritel tidak semakin membengkak.

“Hari ini mal sepi banget, menurut saya kejadian ini merubah ekonomi yang lagi bagus-bagusnya jadi jelek banget, ini peritel rugi banget. Apalagi perkantoran di daerah yang sedang chaos itu di Thamrin, semua karyawan diliburkan itu ruginya bisa miliaran. Transaksi tidak jadi dan bisnis berhenti itu kerugiannya banyak sekali,” tutupnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×