kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45729,74   -6,98   -0.95%
  • EMAS963.000 3,44%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Pengusaha tekstil Indonesia jajaki peningkatan kerjasama dengan pengusaha AS


Kamis, 05 September 2019 / 21:08 WIB
Pengusaha tekstil Indonesia jajaki peningkatan kerjasama dengan pengusaha AS
ILUSTRASI. INDUSTRI TEKSTIL

Reporter: Vendi Yhulia Susanto | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) akan mengundang sejumlah perusahaan asal Amerika Serikat untuk membicarakan peningkatan perdagangan antara kedua negara.

Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Ade Sudrajat, mengatakan, pembicaraan itu telah dilakukan pada Januari dan Juli 2019 lalu. Adanya penjajakan ini mengingat hingga saat ini masih terjadi perang dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok.

Baca Juga: Tak hanya buruh, pengusaha juga ogah jika iuran BPJS Kesehatan dinaikkan

Sebab itu, Ade menilai perlu adanya pendekatan kepada pengusaha Amerika Serikat agar terjadi peningkatan perdagangan antara kedua negara. Ade pun mengatakan, pengusaha asal Paman Sam itu berminat untuk melakukan hal yang sama.

"Sudah ada 20 nama lebih merk Amerika yang akan kami undang ke Indonesia pada Oktober 2019 nanti," kata Ade kepada Kontan, Kamis (5/9).

Namun, Ia belum mau menyebutkan merk apa saja yang akan diundang tersebut. Yang jelas, API nantinya akan mengajak perusahaan-perusahaan itu untuk mengunjungi produksi garmen di Jawa Tengah.

Baca Juga: Kinerja manufaktur melambat, BI: Tak heran kalau pertumbuhan ekonomi masih 5%

API akan meningkatkan impor kapas produksi Amerika Serikat dan Amerika Serikat nantinya akan mengimpor produk garmen dari Indonesia.

Ade bilang, selama 2018 ekspor API ke amerika sebanyak US$ 7 miliar. Ade menargetkan tahun ini ekspor akan naik mencapai US$ 9 miliar.




TERBARU

Close [X]
×