Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemadaman listrik bergilir melanda sejumlah wilayah hingga ke area perkotaan di sekitar Jabodetabek. Pasokan batubara yang tersendat hingga gangguan teknis pembangkit menjadi biang kerok listrik biarpet yang mengganggu aktivitas masyarakat dan pelaku usaha.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan bahwa pemerintah menaruh perhatian penuh atas terjadinya pemadaman bergilir yang dilakukan PT PLN (Persero) di sejumlah daerah.
Bahlil meminta PLN segera mengambil langkah mitigasi yang terukur dan komprehensif agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.
PLN harus melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem operasional dan memastikan seluruh proses berjalan secara optimal.
Baca Juga: Bahlil Pastikan Pasokan Listrik Nasional Aman Jelang Natal dan Tahun Baru
"Saya minta PLN segera melakukan langkah-langkah yang terukur, komprensif untuk memberikan kenyamanan bagi pelanggan dengan tidak adalagi pemadaman. Segera atasi masalah teknis ini, karena masalah teknis semua ini kewenangan dan kendalinya memang ada di PLN," kata Bahlil melalui keterangan tertulis yang disiarkan pada Sabtu (20/6/2026) malam.
Di sisi lain, Bahlil membantah anggapan bahwa pemadaman terjadi karena kurangnya pasokan bahan bakar di sejumlah pembangkit.
Bahlil mengklaim, secara umum pemerintah telah mengantisipasi kebutuhan batubara untuk PLN melalui penugasan kepada perusahaan-perusahaan batubara nasional.
Bahlil mengatakan, Direktur Jenderal Mineral dan Batubara (Dirjen Minerba) sudah memberikan penugasan kepada perusahaan batubara nasional mengalokasikan sebesar 180 juta - 190 juta ton untuk kebutuhan dalam negeri.
Adapun, total kebutuhan batubara PLN pada tahun ini diproyeksikan sebesar 154 juta ton.
Dari jumlah tersebut PLN sudah mengamankan kontrak sekitar 134 juta ton. Artinya, ada kekurangan sekitar 20 juta ton untuk memenuhi kebutuhan batubara di sektor ketenagalistrikan.
Baca Juga: Konsumsi Nasional Naik, PLN Jual Listrik 317,69 TWh Sepanjang 2025
Bahlil lantas menegaskan agar PLN segera menuntaskan persoalan teknis yang menyebabkan pemadaman, serta memperkuat sistem pengawasan dan mitigasi operasional.
"Teknisnya, untuk sampai di power plan itu bukan tugas Dirjen Menerba. Itu sudah merupakan teknis daripada manajemen logistik PLN," tegas Bahlil.
Dalam keterangan terpisah, Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan pihaknya terus mempercepat langkah-langkah pengamanan keandalan sistem kelistrikan, khususnya di Pulau Jawa.
Langkah ini dilakukan melalui percepatan pemulihan pembangkit yang mengalami gangguan operasional serta penguatan rantai pasok energi primer untuk mendukung operasional pembangkit secara optimal.
Darmawan menyampaikan, PLN bersama mitra pembangkit listrik swasta atau Independent Power Producer (IPP) terus melakukan berbagai upaya teknis guna mempercepat pemulihan dua unit pembangkit besar yang saat ini mengalami kendala operasional. Hanya saja, Darmawan tidak merinci dua pembangkit besar tersebut.
"Kami mengerahkan sumber daya PLN bersama mitra IPP agar proses perbaikan dapat berjalan cepat dan lancar, sehingga pembangkit dapat segera kembali beroperasi dan memperkuat pasokan listrik di sistem Jawa. Kami memahami ketidaknyamanan yang dirasakan masyarakat. Untuk itu, kami menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan yang terdampak,” kata Darmawan.
Baca Juga: PLN Buka Suara Soal Pemadaman Listrik, Akui Ada Kendala Operasional pada Pembangkit
PLN telah melakukan koordinasi dengan Ditjen Minerba Kementerian ESDM untuk mendapatkan alokasi batubara dengan tingkat kandungan kalori menengah (medium rank coal).
PLN melakukan percepatan proses komersial dan logistik untuk memperkuat pasokan energi primer, khususnya batubara kalori menengah yang digunakan oleh sejumlah pembangkit strategis.
Darmawan mengklaim, proses penyaluran batubara kalori menengah mulai mengalir ke Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Pulau Jawa, baik milik PLN maupun IPP. Di Jawa bagian barat, antara lain PLTU Pelabuhan Ratu, PLTU Lontar, PLTU Labuan, PLTU Suralaya 1-8, PLTU Jawa 7, PLTU Jawa 9 dan 10, PLTU Indramayu.
Di Jawa bagian timur, di antaranya PLTU Paiton 1 dan 2, PLTU Paiton 9, PLTU Rembang, PLTU Pacitan dan PLTU Tanjung Awar-awar. Dengan pasokan batubara tersebut, Darmawan meyakinkan bahwa PLN akan melakukan perbaikan agar proses penyediaan tenaga listrik bisa kembali berjalan lancar.
“Kami mengapresiasi para pemasok batubara yang sudah mendapatkan penugasan Pemerintah dan bekerja sama dengan PLN maupun mitra pembangkit. Bersama-sama kami mempercepat penyelesaian aspek kontraktual dan logistik agar pasokan dapat segera dimanfaatkan secara optimal oleh pembangkit,” ujar Darmawan.














