kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.781.000   -38.000   -2,09%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Penjualan anjlok, Pertamina rugi US$ 767,91 juta di semester I-2020


Senin, 24 Agustus 2020 / 14:33 WIB
Penjualan anjlok, Pertamina rugi US$ 767,91 juta di semester I-2020
ILUSTRASI. Pertamina cetak rugi di paruh pertama 2020


Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kinerja PT Pertamina (Persero) di semester I-2020 kurang menggembirakan. Perusahaan minyak dan gas (migas) plat merah itu membukukan rugi tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk senilai US$ 767,91 juta di periode Januari-Juni 2020.

Padahal, pada paruh pertama tahun 2019 lalu, Pertamina masih meraih laba bersih sebesar US$ 659,95 juta. Kerugian tersebut tak lepas dari anjloknya penjualan dan pendapatan usaha Pertamina sepanjang semester I-2020 lalu.

Baca Juga: Wow! Pertamina efisiensi sektor hulu dan perkapalan US$ 800 juta selama Covid-19

Merujuk laporan keuangan yang dikutip Kontan.co.id, Senin (24/8), penjualan dalam negeri minyak mentah, gas bumi, energi panas bumi dan produk minyak tercatat hanya US$ 16,56 miliar atau merosot 20,91% dibandingkan semester I-2019.

Secara keseluruhan, total penjualan dan pendapatan usaha lainnya sebesar US$ 20,48 miliar di akhir Juni 2020. Lebih rendah 19,81% dibandingkan capaian pada periode yang sama tahun lalu sebesar US$ 25,54 miliar.

Pertamina memang mencatatkan penurunan beban pokok penjualan dan beban langsung lainnya sebesar 14,14% dari US$ 21,98 miliar di semester I-2019 menjadi US$ 18,87 miliar. Namun, laba kotor Pertamina tetap anjlok 55,05% dari US$ 3,56 miliar menjadi US$ 1,60 miliar di paruh pertama tahun ini.

Di saat yang bersamaan, Pertamina juga menderita rugi selisih kurs sebesar US$ 211,83 juta. Padahal pada semester I tahu lalu, selisih kurs Pertamina masih positif US$ 64,59 juta. Beban keuangan juga meningkat 9,26% menjadi US$ 522,78 juta.

Baca Juga: Sediakan anggaran lebih dari Rp 500 miliar, Pertamina aktif bantu UMKM hadapi pandemi

Sementara itu, jumlah liabilitas Pertamina per 30 Juni 2020 mencapai US$ 40,56 miliar, naik dibanding posisi per 31 Desember 2019 yang sebesar US$35,86 miliar. 

Sedangkan untuk jumlah ekuitas Pertamina per 30 Juni 2020 tercatat senilai US$ 29,66 miliar, turun dibanding capaian per 31 Desember 2019 yang sebesar US$ 31,21 miliar. Secara keseluruhan, jumlah liabilitas dan ekuitas meningkat menjadi US$ 70,22 miliar per 30 Juni 2020.

Adapun, Pertamina masih mencatatkan kenaikan jumlah aset per 30 Juni 2020 menjadi US$ 70,22 miliar, dibandingkan US$ 67,08 miliar pada posisi 31 Desember 2019.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×