kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Penjualan batik naik 15% saat Lebaran


Selasa, 15 Mei 2018 / 22:43 WIB
ILUSTRASI. Pincky Sudarman (tengah), CEO PT Alun-Alun Indonesia Kreatif


Reporter: Sugeng Adji Soenarso | Editor: Sofyan Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pasar produk tekstil, khususnya batik masih besar. Walaupun, merupakan bagian tradisional yang terkesan kuno, kreativitas desainer mampu tetap menjaga tren batik.

Pincky Sudarman, CEO Alun-Alun Indonesia menyatakan bahwa hari raya merupakan momen meningkatkan penjualan batik. Namun, Hari Batik masih menjadi momen peningkatan penjualan terbesar.

"Pertumbuhan penjualan sekitar 15% saat hari raya," ujarnya di Jakarta, Selasa (15/5).

Oleh sebab itu, menurutnya pasar batik memiliki peluang cukup besar. Namun, ia kembali mengingatkan peluang tersebut dapat diraih jika dapat mengkreasikan batik dan fashion saat ini.

Untuk menjaga potensi ritel batik, Alun-Alun Indonesia juga menyediakan spot untuk desainer yang mengenal fesyen. Sehingga komunikasi dari produk yang ditawarkan dapat sampai ke anak muda.

Namun, ia masih menyayangkan untuk penjualan tersebut masih didominasi asing. Pincky bilang pengunjung asing dan domestik ke toko ritelnya berbanding 60% dan 40%.

Karenanya, ia berharap warga Indonesia dapat lebih mencintai produk dalam negeri. Sedangkan dari faktor usia, mayoritas 70% pembeli dengan rentang umur di atas 30 tahun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×