Reporter: Vina Elvira | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Trisula Textile Industries Tbk (BELL) mencatatkan pertumbuhan kinerja keuangan sepanjang kuartal III-2026. Peningkatan penjualan di sejumlah segmen bisnis turut mendorong kenaikan laba bersih perseroan hingga lebih dari 50% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Berdasarkan laporan keuangan perseroan, BELL membukukan penjualan konsolidasi sebesar Rp 483 miliar hingga kuartal III-2026. Angka tersebut meningkat 16,9% secara tahunan atau year on year (YoY).
Sejalan dengan pertumbuhan penjualan, laba bersih BELL juga meningkat signifikan sebesar 54,6% YoY menjadi Rp 14,1 miliar.
Dari sisi segmen usaha, bisnis manufaktur masih menjadi kontributor terbesar terhadap penjualan perseroan. Segmen ini menyumbang 58,2% dari total penjualan atau sebesar Rp 281,2 miliar, tumbuh 10,9% YoY.
Selanjutnya, segmen distribusi menempati posisi kedua dengan kontribusi 36,3% terhadap total penjualan. Segmen ini mencatatkan pendapatan sebesar Rp 175,4 miliar atau tumbuh 30,4% YoY.
Baca Juga: PTPP Raih Kontrak Baru Rp 400 Miliar dari Pupuk Kaltim
Sementara itu, segmen seragam atau uniform membukukan pertumbuhan paling tinggi, yakni 43,9% YoY menjadi Rp 76,3 miliar. Kinerja tersebut turut memperkuat kontribusi bisnis seragam terhadap penjualan BELL hingga mencapai 16%.
Direktur Utama BELL Karsongno Wongso Djaja mengatakan, penguatan bisnis seragam didukung oleh pemenuhan standar Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dan sertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI) yang dimiliki perseroan.
Kedua aspek tersebut menjadi nilai tambah bagi BELL dalam memperoleh dan menjalankan proyek kerja sama dengan berbagai instansi pemerintah maupun perusahaan swasta.
“Kinerja positif hingga kuartal III-2026 membuktikan keunggulan strategi Perseroan dalam membidik niche market. Melalui diferensiasi produk berbasis teknologi texturizing serta pemenuhan standar TKDN dan SNI, kami tidak bersaing langsung dengan produk massal impor, melainkan mengedepankan nilai tambah dan kualitas yang dibutuhkan mitra korporasi maupun instansi,” ungkap Karsongno, Selasa (3/11).
Di sisi lain, segmen ritel (retail) tetap memberikan kontribusi terhadap pendapatan BELL di tengah tantangan daya beli masyarakat. Segmen ini menyumbang 22,6% dari total penjualan atau setara Rp 109,1 miliar.
Berdasarkan wilayah pemasaran, pasar domestik masih mendominasi pendapatan BELL dengan kontribusi mencapai 92% dari total penjualan.
Meski demikian, kontribusi pasar ekspor menunjukkan peningkatan. Hingga kuartal III-2026, pasar ekspor menyumbang 8% terhadap total penjualan, naik dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 6%.
Peningkatan tersebut mencerminkan upaya perseroan dalam memperluas jangkauan pasar sekaligus mendiversifikasi sumber pendapatan.
Untuk mempertahankan pertumbuhan bisnis, BELL akan berfokus pada optimalisasi kapasitas produksi, terutama untuk menghasilkan produk bernilai tambah (value-added) pada lini seragam.
“Diferensiasi ini memperkuat posisi BELL di pasar khusus (niche market) sekaligus mengurangi ketergantungan pada persaingan harga dengan produk impor massal,” ujarnya.
Selain mengoptimalkan kapasitas produksi, BELL juga terus melakukan peremajaan mesin operasional. Pada September 2026, perseroan menambah unit mesin baru yang saat ini tengah memasuki tahap instalasi untuk mendukung peningkatan volume produksi.
Dengan dukungan pembaruan mesin, konsistensi kualitas produk, serta pengembangan produk bernilai tambah, BELL optimistis dapat mencapai target pertumbuhan penjualan sebesar 8% hingga akhir 2026.
Langkah tersebut diharapkan turut memperkuat daya saing dan menopang kinerja perseroan dalam jangka panjang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














