Reporter: Leni Wandira | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Permintaan lahan industri di kawasan Jabodetabek meningkat pada kuartal III-2026. Penyerapan lahan mencapai sekitar 130,6 hektare, didorong aktivitas investasi sektor manufaktur dan data center, terutama di kawasan timur Jakarta.
Berdasarkan laporan Jakarta Property Market Insight Q3 2026 yang dirilis Leads Property, penyerapan lahan industri pada kuartal III-2026 meningkat signifikan. Tingkat penjualan atau sales rate lahan industri pun naik menjadi 92,3%.
Associate Director Research & Consultancy Department Leads Property Martin Samuel Hutapea mengatakan, permintaan terutama berasal dari industri manufaktur, termasuk sektor fiber optik dan baja. Selain itu, kebutuhan lahan dari sektor data center juga mulai memberikan kontribusi signifikan terhadap penyerapan.
Baca Juga: Bahlil Koordinasi dengan DSI soal Ekspor Satu Pintu Komoditas Minerba Mulai 2027
“Permintaan terutama didorong sektor manufaktur, khususnya industri fiber optik dan baja. Data center juga muncul sebagai salah satu kontributor signifikan, dengan sejumlah kawasan industri mencatat transaksi dari sektor ini. FMCG dan logistik turut berkontribusi terhadap penyerapan lahan,” ujar Martin dalam laporannya yang diterima Kontan, Selasa (3/11/2026).
Dari sisi pasokan, lahan industri bertambah sekitar 44 hektare pada kuartal III-2026, terutama berasal dari Bekasi. Dengan tambahan tersebut, total pasokan lahan industri mencapai 14.091 hektare.
Aktivitas permintaan masih terkonsentrasi di kawasan timur Jakarta, terutama wilayah Karawang. Investasi dari China dan sejumlah negara Asia lainnya turut menopang transaksi, sejalan dengan daya tarik Indonesia sebagai tujuan investasi dan basis manufaktur regional.
Martin menambahkan, pengembang kawasan industri masih aktif menyiapkan pasokan lahan baru, khususnya di Bekasi. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi kebutuhan dari sektor manufaktur dan data center yang diperkirakan tetap menjadi sumber permintaan.
Dari sisi harga, rata-rata lahan industri pada kuartal III-2026 tercatat sebesar Rp 3,37 juta per meter persegi, naik 0,51% secara kuartalan. Sementara itu, tarif sewa gudang rata-rata mencapai Rp 77.000 per meter persegi per bulan, meningkat sekitar 1,5% dalam enam bulan terakhir.
Baca Juga: Pelemahan Rupiah Tak Otomatis Dongkrak Ekspor Perusahaan Tambang, Ini Alasannya
Ke depan, Leads Property melihat permintaan lahan industri masih berpeluang ditopang sejumlah sektor, antara lain otomotif, tekstil, garmen, dan barang konsumsi.
Permintaan dari sektor data center juga menjadi perhatian pengelola kawasan industri, meski kebutuhan lahan untuk sektor tersebut memiliki karakteristik harga yang lebih tinggi dibandingkan lahan industri reguler.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














