Reporter: Diki Mardiansyah | Editor: Khomarul Hidayat
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Imbauan Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) agar jemaah umrah Indonesia menggunakan penerbangan langsung ke Arab Saudi berpotensi meningkatkan biaya perjalanan.
Serikat Penyelenggara Umrah dan Haji Indonesia (SAPUHI) memperkirakan biaya perjalanan dapat naik sekitar Rp 2 juta hingga Rp 4 juta per jemaah.
Ketua Umum SAPUHI Syam Resfiadi mengatakan, kenaikan biaya tersebut tidak terhindarkan apabila Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) harus mengalihkan penerbangan dari rute transit melalui Singapura dan Malaysia ke penerbangan langsung.
"Ya harga pasti naik, namun hal ini tidak bisa dihindari jika para PPIU dengan jamaahnya hendak berangkat umrah," kata Syam kepada Kontan, Selasa (3/11/2026).
Baca Juga: Ketidakpastian Ekonomi dan Geopolitik Menekan Bisnis Travel Haji dan Umrah
Menurut Syam, sejumlah maskapai yang selama ini melayani rute transit telah menunda penerbangan hingga akhir 2026 dan awal 2027. Kondisi tersebut membuat pilihan penerbangan langsung menjadi alternatif bagi PPIU untuk memastikan keberangkatan jemaah tetap berjalan.
Syam mengatakan, SAPUHI pada dasarnya tidak memiliki kewenangan untuk menentukan maskapai yang digunakan PPIU. Namun, asosiasi mendorong anggotanya untuk mempertimbangkan penerbangan langsung guna mengantisipasi risiko penundaan maupun pembatalan perjalanan.
"Pada dasarnya SAPUHI tidak bisa berbuat apa-apa karena saat kami dipanggil Pak Wamen dengan Garuda dan Lion, mereka menyampaikan itu juga di luar kendali mereka. Jadi kami juga hanya mengimbau agar anggota pindah memilih pesawat direct atau langsung agar tidak ada penundaan atau pembatalan yang terlalu lama," ujarnya.
Sebelumnya, Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak mengimbau jemaah umrah Indonesia untuk memilih penerbangan langsung ke Arab Saudi dan menghindari rute transit melalui Malaysia maupun Singapura.
Pemerintah mencatat sekitar 70.000 jemaah umrah Indonesia masih menggunakan rute transit melalui kedua negara tersebut. Pengalihan ke penerbangan langsung dinilai dapat sekaligus memperkuat penggunaan maskapai nasional.
Kemenhaj juga telah berkoordinasi dengan Garuda Indonesia dan Lion Air untuk memperkuat layanan penerbangan umrah dengan harga yang kompetitif. Pemerintah turut membahas perbaikan fasilitas penerbangan bersama kedua maskapai serta Angkasa Pura.
Di sisi lain, kenaikan biaya penerbangan berpotensi diteruskan ke harga paket umrah. Bagi PPIU, ruang untuk menahan kenaikan harga menjadi terbatas apabila biaya penerbangan langsung lebih tinggi dibandingkan rute transit.
Baca Juga: Gangguan Penerbangan Arab Saudi, Ini Dampaknya bagi Bisnis Travel Umrah
Sebelumnya, penerbangan langsung ke Arab Saudi diperkirakan dapat meningkatkan biaya perjalanan hingga sekitar Rp 4 juta per jemaah. Salah satu faktor yang turut memengaruhi tingginya tarif penerbangan domestik adalah harga avtur di Indonesia.
Meski demikian, pemerintah menilai penggunaan penerbangan langsung dapat memberikan kepastian dan keamanan perjalanan jemaah, terutama di tengah adanya penundaan penerbangan pada sejumlah rute transit.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














