kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Penjualan mobil di 2015 tak akan melaju mulus


Jumat, 21 November 2014 / 17:41 WIB
Kementerian BUMN Mengajukan PMN Sebesar Rp 57,9 Triliun Pada 2024


Reporter: Benediktus Krisna Yogatama | Editor: Yudho Winarto

KARAWANG. Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersama suku bunga acuan (BI Rate) membuat pasar otomotif terutama mobil bakal tertekan. Kemungkinan angka penjualan mobil tahun 2015 stagnan.

"Tahun depan penjualan mobil stagnan, sama seperti tahun ini. Belum ada pemicu penjualan, dan masih berdampak kenaikkan harga BBM dan BI Rate," ujar Sudirman Maman Rusdi, Ketua Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Jumat (21/11).

Untuk diketahui, penjualan mobil tahun ini diperkirakan 1,2 juta unit. Tahun depan penjualan mobil diperkirakan sama.

Namun, ia mengakui kenaikan BBM dan BI Rate itu punya dampak ke penjualan mobil. "Kenaikan BBM, ada koreksi penjualan mobil sebesar 10%-15% dibandingkan penjualan bulan biasa, hingga sekitar 4 bulan," ujar Sudirman.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×