kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.660.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.935   -9,00   -0,05%
  • IDX 5.896   -102,90   -1,72%
  • KOMPAS100 764   -13,28   -1,71%
  • LQ45 584   -4,02   -0,68%
  • ISSI 203   -5,25   -2,52%
  • IDX30 331   -1,77   -0,53%
  • IDXHIDIV20 408   -0,87   -0,21%
  • IDX80 87   -1,24   -1,41%
  • IDXV30 110   -1,47   -1,32%
  • IDXQ30 107   -0,13   -0,12%

Penjualan sedan masih terhambat PPNBM tinggi


Senin, 10 Februari 2014 / 08:05 WIB
ILUSTRASI. Foto udara Jalan Tol Cibitung-Cilincing (JTCC) seksi 3 di Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, ANTARA FOTO/ Fakhri Hermansyah/foc.


Reporter: Francisca Bertha Vistika | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Penjualan sedan tahun 2014 diprediksi berkisar di angka 34.000 unit. Hal ini disebabkan pemerintah masih mengenakan pajak barang mewah (PPNBm) yang tinggi.

Angka tersebut sama dengan penjualan sedan di 2012 dan 2013 lalu yang juga berkisar di angka 34.000. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor (Gaikindo), penjualan sedan di 2012 tercatat 34.221 unit. Sedangkan di 2013, penjualan sedan justru turun menjadi 34.199 unit.

Jongkie D. Sugiharto, Ketua I Gaikindo mengatakan bahwa penjualan sedan dari tahun ke tahun selalu di kisaran 34.000. "Sedan kecil (dibawah 1500 cc) juga susah berkembang," kata Jongkie pada Kontan baru-baru ini.

Penjualan yang stagnan lantaran pemerintah masih mengenakan PPNBM sekitar 30%. Jongkie mengemukakan kalau penjualan sedan mau meningkat dan nantinya bisa dijadikan basis produksi sedan, maka pemerintah harus segera menurunkan PPNBm.

Jongkie bilang, "Idealnya (PPNBM) sekitar 10%. Sama seperti 4x2 dan MPV. Supaya harga bisa murah dan volume penjulannya meningkat."

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×