kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.122.000   -13.000   -0,41%
  • USD/IDR 16.890   -4,00   -0,02%
  • IDX 8.020   2,72   0,03%
  • KOMPAS100 1.126   0,77   0,07%
  • LQ45 815   2,67   0,33%
  • ISSI 286   -0,24   -0,08%
  • IDX30 431   1,73   0,40%
  • IDXHIDIV20 523   5,56   1,07%
  • IDX80 126   0,23   0,19%
  • IDXV30 142   1,55   1,10%
  • IDXQ30 138   0,75   0,54%

Penjualan Terjun 46,7%, Gunung Raja (GGRP) Berbalik Rugi US$ 36,83 Juta pada 2025


Selasa, 03 Maret 2026 / 10:46 WIB
Penjualan Terjun 46,7%, Gunung Raja (GGRP) Berbalik Rugi US$ 36,83 Juta pada 2025


Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kinerja penjualan dan laba PT Gunung Raja Paksi Tbk (GGRP) turun cukup signifikan pada tahun 2025. Penjualan bersih GGRP terjun 46,74% secara tahunan atau year on year (yoy) dari US$ 351,80 juta menjadi US$ 187,35 juta sepanjang tahun lalu.

Mayoritas pendapatan GGRP bersumber dari penjualan baja ke pasar lokal sebesar US$ 177,13 juta, sementara penjualan ke pasar ekspor tercatat senilai US$ 10,21 juta. Penjualan baja GGRP ke pasar lokal dan ekspor masing-masing mengalami penurunan 47,87% (yoy) dan 14,77% (yoy).

Sejalan dengan itu, beban pokok penjualan GGRP menyusut 38,54% (yoy) menjadi US$ 210,80 juta. Hanya saja, beban pokok yang lebih tinggi daripada penjualan membuat GGRP menanggung rugi bruto sebanyak US$ 23,45 juta. Berbalik dari posisi laba bruto US$ 8,78 juta pada tahun 2024.

Secara bottom line, GGRP menanggung rugi bersih senilai US$ 36,83 juta pada tahun 2025. Padahal pada tahun sebelumnya, GGRP masih bisa meraih laba bersih sebesar US$ 122,27 juta.

Baca Juga: Industri Baja Nasional Masih Tertekan pada 2026, Impor Kuasai 55% Pasar

Dalam keterbukaan informasi yang rilis di Bursa Efek Indonesia pada Senin (2/3/2026), Manajemen Gunung Raja Paksi menyatakan bahwa 2025 merupakan tahun evaluasi dan transisi strategis yang menjadi pijakan penting menuju pertumbuhan keberlanjutan.

"Terlepas dari tekanan pada profitabilitas sebesar 129% (yoy) yang mengakibatkan rugi bersih sebesar US$ 36 juta, kondisi ini mencerminkan upaya optimal GGRP di tengah dampak global terhadap tekanan harga dan impor baja yang meningkat," ungkap Manajemen Gunung Raja Paksi.

Di tengah tekanan harga global, GGRP terus melakukan optimalisasi biaya produksi agar harga jual tetap kompetitif melawan serbuan baja impor yang masuk dengan harga dumping. Adapun, pasar lokal berkontribusi sekitar 95% terhadap penjualan GGRP. Sementara ekspor berkontribusi sekitar 5%.

Secara operasional, volume produksi GGRP pada tahun 2025 turun sekitar 33% (yoy) dari 661.000 ton menjadi 446.000 ton. Sedangkan volume penjualan GGRP merosot sekitar 37% (yoy) dari 490.000 ton menjadi 309.000 ton pada 2025.

Baca Juga: Kadin - IISIA Soroti Proteksi dan Dukungan Pemerintah untuk Industri Besi & Baja

Selain itu, Manajemen GGRP menyoroti kemampuan Perusahaan untuk membayar kewajiban jangka pendek dengan dukungan cadangan kas yang stabil. Hal ini tercermin pada cash ratio 1,85x dan current ratio 4,77x.

Kekuatan likuiditas ini membuat GGRP mampu meminimalkan risiko finansial dan memperkuat posisi modal sendiri melalui strategi deleveraging yang agresif. GGRP menekan Debt to Equity Ratio (DER) hingga ke level 0,11x serta melunasi pinjaman jangka panjang hingga tersisa US$ 3,42 juta.

Dengan posisi DER 0,11x, Manajemen menegaskan bahwa GGRP berada dalam posisi yang aman secara fundamental untuk melakukan penetrasi pasar kembali tanpa beban utang jangka panjang segera setelah siklus industri stabil.

"Meskipun secara operasional menantang, GGRP berhasil melunasi utang jangka panjang hingga ke level terendah sejak IPO sebesar US$ 3,42 Juta. Keberhasilan pendeleveraging ini, dikombinasikan dengan peningkatan kas yang signifikan hingga mencapai Cash Ratio 1,85x, memastikan GRP tetap likuid dan tangguh," tandas Manajemen Gunung Raja Paksi.

Baca Juga: Lonjakan Kinerja Sektor Logam Dasar pada 2025 Belum Merata ke Industri Besi & Baja

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
AI untuk Digital Marketing: Tools, Workflow, dan Strategi di 2026 Mastering Strategic Management for Sustainability

[X]
×