Reporter: Yudo Widiyanto | Editor: Rizki Caturini
JAKARTA. Penjualan produk gelang silikon power balance di Indonesia merosot setelah produsennya di Australia mengakui tak ada bukti ilmiah mengenai khasiat gelang tersebut bagi kesehatan pemakainya.
"Kami belum menghitung angka pasti penurunannya, tapi tapi kami shock melihat penjualan turun beberapa hari ini," kata I Putu Surya Nalendra, Pemilik PT Kubu Bali Desa, pemegang merek resmi Power Balance LLC di Jakarta, Rabu (12/1).
Putu menuturkan, penurunan penjualan hampir terjadi di seluruh outlet resmi miliknya dan juga di 300 distributor lain yang melakukan kerjasama pemasaran seperti Planet Surf dan juga toko-toko olah raga lainnya. "Penurunan penjualan juga terjadi di kota-kota, seperti di Jakarta," kata Putu. Namun ia enggan menyebutkan angka penurunan penjualannya tersebut.
Manager Marketing Power Balance Indonesia Cheyenne Surya mengatakan, dia belum mendapatkan angka penurunan penjualan produk yang sempat digandrungi kamu muda itu. Namun, "Diperkirakan penjualan merosot 5%," kata Cheyenne tanpa memberikan detailnya.
Yang pasti, kini pamor gelang power balance pudar. Bahkan, perusahaannya juga harus menanggung komplain dari konsumen yang mengembalikan produk power balance tersebut. "Ada dua konsumen yang kembalikan produk, image kami yang tercoreng," kata Cheyenne.
Marketing Power Balance Indonesia Yudi Toengkagie menyatakan, pihaknya tidak pernah mengklaim produk power balance bisa menyembuhkan sakit. Makanya, ia menolak tuduhan bahwa distributornya di Indonesia berbohong. Kata Yudi, produk itu hanya untuk fungsi keseimbangan dan yang merasakan dampaknya adalah atlit olah raga. "Orang banyak salah artikan produk kami seakan seperti obat batuk yang bisa menyembuhkan," ujarnya.
Mengenai perlindungan konsumen, Yudi menyatakan ia tidak melanggar hak konsumen. Ia mengklaim, pada kemasan produk terdapat mekanisme pengembalian produk jika tidak terbukti memiliki manfaat. Saat ini, Power Balance Indonesia berusaha memulihkan citra dengan mengundang 12 atlet nasional memakai gelang power balance. "Dari atlet motor cross, atlet surfing akan pakai gelang, ini untuk citra kami," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













