Reporter: Ahmad Febrian | Editor: Ahmad Febrian
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Persaingan di industri tata udara alias air conditioning (AC) kian tidak hanya bertumpu pada performa produk, juga pada integrasi dengan desain ruang serta kebutuhan kenyamanan dan kesehatan pengguna.
Maka, para pelaku industri memperluas pendekatan. Dari sekadar penyedia perangkat menjadi mitra dalam ekosistem desain dan konstruksi.
PT Daikin Airconditioning Indonesia misalnya, memperkuat kolaborasi dengan pelaku arsitektur dan desain interior di kawasan Asia Tenggara. Langkah ini menjadi bagian dari upaya perusahaan mendorong inovasi solusi tata udara yang tidak hanya efisien, tetapi juga selaras dengan estetika ruang.
“Terus mengembangkan kolaborasi hingga ke tingkat ASEAN merupakan langkah Daikin mendorong inspirasi hunian dan bangunan komersial yang menyeimbangkan estetika dan kualitas tata udara,” ujar Ching Khim Huat, Associate Officer Daikin Industries, Ltd, Kamis (30/4).
Menurut dia, kebutuhan akan solusi tata udara kini semakin kompleks. Tidak hanya terkait pendinginan, juga mencakup kualitas udara, kelembapan, hingga integrasi dengan desain interior. Hal ini membuka peluang bagi pengembangan produk yang lebih terintegrasi dengan kebutuhan arsitektur modern.
Baca Juga: Penjualan AC Sharp Melonjak 10% pada Kuartal II-2026, Siap Hadapi El Nino
Di sisi lain, Daikin melihat pentingnya kolaborasi lintas sektor sebagai penggerak inovasi. Keterlibatan arsitek dan desainer interior dinilai krusial dalam menciptakan ruang yang tidak hanya nyaman secara termal, tetapi juga mendukung kesehatan dan produktivitas.
"Kolaborasi antara penyedia solusi tata udara dan pegiat arsitektur serta desain interior diharapkan dapat melahirkan ruang hidup ideal. Tdak hanya di Indonesia tetapi juga di kawasan ASEAN," kata Shinji Miyata, Presiden Direktur PT Daikin Air Conditioning Indonesia
Dalam pengembangannya, perusahaan asal Jepang itu juga mendorong solusi AC yang lebih adaptif terhadap kebutuhan bangunan modern, baik hunian maupun komersial. Ini termasuk pengembangan sistem pendingin terpusat yang mampu mengintegrasikan efisiensi energi, kualitas udara, serta fleksibilitas desain.
Pendekatan ini mencerminkan pergeseran strategi di industri AC, yang semakin menekankan nilai tambah di luar fungsi dasar produk. Integrasi teknologi, desain, dan kesehatan menjadi faktor pembeda di tengah persaingan pasar yang semakin ketat.
Sebagai bagian dari inisiatif tersebut, Daikin juga menghadirkan platform kolaborasi melalui penyelenggaraan Daikin Designer Award 2026 yang kini diperluas ke tingkat ASEAN.
Kompetisi ini menjadi wadah bagi arsitek dan desainer interior untuk mengeksplorasi konsep ruang yang mengintegrasikan estetika dan kenyamanan tata udara, sekaligus memperkuat jejaring industri di kawasan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













