Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Dina Hutauruk
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Adopsi robotika di sektor industri Indonesia mulai bergerak, seiring dorongan transformasi digital dan kebutuhan peningkatan efisiensi. Teknologi robot tak lagi sebatas otomasi sederhana, tapi telah berkembang menjadi sistem cerdas berbasis AI yang mampu meningkatkan produktivitas sekaligus menekan biaya operasional.
Sejumlah perusahaan robotika semakin serius menggarap pasar Indonesia. Terbaru, Unitree resmi masuk pasar Indonesia melalui kemitraan distribusi eksklusif dengan Halo Robotics. Kemitraan ini diharapkan membuka peluang percepatan adopsi robotika di sektor industri.
Managing Director Halo Robotics, Johannes Soekidi, menambahkan sektor seperti pertambangan, migas, pertanian, dan manufaktur memiliki kebutuhan tinggi terhadap robot untuk lingkungan berisiko dan sulit dijangkau. “Penggunaan robot juga berpotensi meningkatkan efisiensi operasional sekaligus keselamatan kerja,” kata dia dalam keterangannya, Jumat (1/5/2026).
Baca Juga: JTPE Perluas Bisnis, Dirikan Perusahaan Patungan di Sektor Teknologi
Ia menilai masuknya Unitree menjadi momentum penting bagi percepatan transformasi industri dan implementasi Industry 4.0 di Indonesia, dengan potensi adopsi yang luas di berbagai sektor.
Sementara itu, Global Sales Director Unitree, Irving Chen, optimistis Indonesia akan menjadi salah satu dari 10 pasar terbesar secara global. Ia menilai Indonesia sebagai ekonomi terbesar di Asia Tenggara dengan adopsi teknologi yang cepat, serta memiliki tantangan di sektor logistik, keselamatan, dan biaya yang dapat diatasi melalui robotika dan AI.
Unitree yang didirikan pada 2016 di Hangzhou telah mengirimkan lebih dari 50.000 robot quadruped secara global dan menguasai sekitar 70% pangsa pasar di segmen tersebut. Pada 2025 mencatatkan pengiriman 5.500 unit secara global. Teknologi Unitree juga digunakan dalam lebih dari 300 riset AI dan robotika oleh universitas top dunia.
Irving menjelaskan, Unitree berfokus mengembangkan robot untuk operasi dunia nyata dengan tiga prinsip utama, yakni pergerakan natural, stabilitas tinggi di berbagai medan, serta integrasi sensor canggih seperti LiDAR, kamera visual resolusi tinggi, kamera termal, dan modul komputasi AI.
Baca Juga: Integra Solusi Dukung Korporasi Adopsi Teknologi Enterprise & Transformasi Digital
Berbeda dari banyak produsen yang masih berada di tahap prototipe, kata dia, Unitree telah mencapai produksi massal dan pengiriman komersial global, dengan penggunaan robot yang mencakup patroli gardu listrik, inspeksi migas, respons kebakaran, hingga pemetaan 3D dan riset AI.
Irving menambahkan, robot quadruped Unitree dirancang untuk lingkungan industri ekstrem dengan kemampuan membawa beban dan menjalankan berbagai fungsi seperti inspeksi, patroli, pemetaan, hingga deteksi gas. Produk seperti Go2, As2, dan A2 dapat dikustomisasi sesuai kebutuhan industri, termasuk integrasi berbagai sensor dan modul AI.
Sementara itu, lini humanoid seperti G1, H2, dan R1 ditujukan untuk otomasi industri, riset AI, hingga interaksi manusia, dengan kemampuan mulai dari presisi tinggi hingga pemrosesan AI mandiri tanpa koneksi internet.
Secara global, robot Unitree telah digunakan dalam berbagai skenario operasional, mulai dari inspeksi di area berbahaya, pemindaian fasilitas industri, hingga respons darurat. Teknologi ini banyak dimanfaatkan di sektor energi, keselamatan publik, pertambangan, konstruksi, dan manufaktur untuk meningkatkan efisiensi serta keselamatan kerja.
Di Indonesia, seluruh produk Unitree didistribusikan secara resmi oleh Halo Robotics yang menyediakan dukungan lokal menyeluruh, mulai dari konsultasi, integrasi sistem, pelatihan, hingga layanan purna jual.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













