kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Penuhi kebutuhan alat pelindung diri (APD), industri tekstil diversifikasi produk


Selasa, 31 Maret 2020 / 19:07 WIB
ILUSTRASI. Ilustrasi Industri tekstil


Reporter: Arfyana Citra Rahayu | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Perindustrian menilai diversifikasi produk yang dilakukan oleh industri tekstil dalam rangka penanganan virus corona, menjadi salah satu cara cepat dalam pemenuhan kebutuhan Alat Pelindung Diri (APD) dan masker yang sangat tinggi. 

Adapun Direktur Industri Tekstil, Kulit, dan Alas Kaki Kemenperin Elis Masitoh menjelaskan, penambahan produksi APD di dalam negeri berasal dari sejumlah perusahaan eksisting yang mendiversifikasi produknya, termasuk di sektor industri tekstil.

“Kami berharap, produsen ini akan mampu memenuhi produksi 16  juta-17 juta unit APD per bulan dan untuk baju medis atau surgical gown sebesar 508.800 paket per bulan,” jelasnya dalam keterangan tertulis yang diterima Kontan.co.id, Selasa (31/3).

Baca Juga: Kemenperin: Kapasitas produksi APD nasional mencapai 17 juta unit setiap bulannya

Selanjutnya, kebutuhan masker dalam menghadapi pandemi virus corona ini diperkirakan mencapai 162 juta buah per bulan. Sementara itu, kapasitas produksi di dalam negeri hanya 131 juta per bulan.

Pelengkap lainnya, yaitu sarung tangan karet, mampu diproduksi di dalam negeri dengan kapasitas nasional sebesar 8,6 miliar buah. Jenis sarung tangan yang dihasilkan pada umumnya berupa medical gloves, seperti examination gloves dengan persentase produksi 97% dan surgical gloves 

Sarung tangan karet berjenis surgical memiliki ukuran yang lebih detail dengan sensitivitas lebih tinggi. Pembuatannya menggunakan standar tinggi, karena penggunaan untuk proses operasi atau tindakan yang memerlukan prosedur sensitif dan steril.

Sekretaris Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kemenperin Yulia Astuti menambahkan sejumlah Balai Diklat Industri (BDI) di bawah BPSDMI Kemenperin mampu memproduksi APD dengan standar untuk tenaga medis yang menjadi garda terdepan penanganan virus corona.

“APD yang kami produksi antara lain masker non-medis, face protector, baju pelindung, dan sarung tangan karet. Produksi APD ini merupakan kerja sama BDI Kemenperin dengan berbagai politeknik spesialis yang ada di berbagai wilayah di Indonesia,” paparnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×