kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.922.000   20.000   0,69%
  • USD/IDR 17.021   8,00   0,05%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Produk Fesyen Menopang Transaksi di E-Commerce pada periode Ramadan-Lebaran 2026


Kamis, 02 April 2026 / 19:39 WIB
Produk Fesyen Menopang Transaksi di E-Commerce pada periode Ramadan-Lebaran 2026
ILUSTRASI. Jualan via live streaming online (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Chelsea Anastasia | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asosiasi E-Commerce Indonesia atau Indonesia E-Commerce Association (idEA) mengungkap kategori produk fesyen menopang transaksi selama periode Ramadan-Lebaran 2026.

Kepala Bidang Komunikasi Publik idEA, Reancy Triashari menjelaskan, peningkatan pada fesyen khususnya modest wear terjadi seiring produk baju Muslim yang relevan dengan kebutuhan masyarakat menjelang hari raya.

Peningkatan yang signifikan, lanjutnya, juga terjadi pada produk kecantikan dan personal care.

Baca Juga: Program Motis Lampaui Target, DJKA Angkut 12.419 Motor Pemudik Lebaran 2026

“Platform e-commerce juga mencatatkan pertumbuhan di kategori produk elektronik dan peralatan rumah tangga, sejalan dengan persiapan rumah dalam menyambut hari raya,” ujar Reancy kepada Kontan, Rabu (1/4/2026).

Lebih lanjut, idEA juga menyorot perbedaan perilaku konsumen pada Ramadan-Lebaran tahun ini dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Reancy bilang, di tengah sikap selektif konsumen, peningkatan penjualan juga terjadi pada produk-produk dengan harga yang lebih mahal.

“Meski semakin selektif dan berhati-hati dalam melakukan pembelanjaan di e-commerce, konsumen juga tidak ragu untuk membeli produk premium, selama produk tersebut memiliki nilai untuk digunakan secara jangka panjang,” jelas dia.

Hal ini menunjukkan konsumen mulai melakukan keputusan belanja berdasarkan tujuan. Seiring dengan itu, Reancy menyebut konsumen juga tak lagi mudah tergiur oleh promo flash sale yang tidak relevan.

“Tren ini menunjukkan pergeseran dari sekadar berburu diskon menjadi belanja yang lebih terencana, selektif, dan berbasis komunitas. Tekanan ekonomi membuat konsumen lebih kritis dalam menilai value sebuah produk,” tandasnya.Baca Juga: BUMN Wajib Beli Kapal di PT PAL, Iperindo Dorong Skema Kolaborasi

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×