kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.837.000   27.000   0,96%
  • USD/IDR 16.991   62,00   0,37%
  • IDX 7.097   -67,03   -0,94%
  • KOMPAS100 977   -12,33   -1,25%
  • LQ45 719   -12,76   -1,74%
  • ISSI 250   -1,82   -0,73%
  • IDX30 391   -7,50   -1,88%
  • IDXHIDIV20 489   -9,60   -1,93%
  • IDX80 110   -1,54   -1,38%
  • IDXV30 134   -2,11   -1,54%
  • IDXQ30 128   -2,18   -1,68%

Per Agustus, Indonesia impor kakao 19.838 ton


Selasa, 05 Oktober 2010 / 16:08 WIB
Per Agustus, Indonesia impor kakao 19.838 ton


Reporter: Asnil Bambani Amri |

JAKARTA. Indonesia tidak hanya menjadi negara eksportir kakao saja tetapi juga sebagai importir. Menurut data yang dilansir Badan Pusat Statistik (BPS), selama periode Januari-Agustus Indonesia mengimpor sebanyak 19.838 ton kakao dari berbagai negara terutama Ghana.

Nilai impor kakao delapan bulan pertama tahun 2010 itu mencapai US$ 72,3 juta. Negara asal impor kakao terbesar tersebut adalah Ghana dengan volume impor 5.800 ton, Papua Nugini 3.944 ton Solomon Islands 2489 ton, Kamerun 1.988 ton dan negara lainnya sebesar 714 ton.

Wakil Menteri Pertanian Bayu Krinamurti menjelaskan, kenaikan impor kakao itu disebabkan adanya kenaikan kebutuhan pengolahan pada industri pengolahan kakao di dalam negeri. Menurutnya, industri pengolahan kakao harus menggunakan campuran kakao impor yang memiliki jenis dan karakter yang berbeda dari kakao dari Indonesia.

Sementara itu, sepanjang bulan Agustus, impor kakao mencapai 2.582 ton atau naik 29,35% dari bulan Juli yang hanya mengusung 1.996 ton. Impor kakao pada bulan Juli juga mumbul 19,16% dibandingkan bulan Juni dengan volume 1.675 ton.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×