kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   11.000   0,41%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

1001 iming-iming menarik untuk investor kakao


Rabu, 29 September 2010 / 17:43 WIB


Reporter: Asnil Bambani Amri

JAKARTA. Pemerintah Indonesia akan memberikan kemudahan bea masuk untuk barang modal dan bahan baku untuk investasi industri kakao di Indonesia. Hal tersebut ditegaskan oleh Wakil Menteri Perdagangan, Mahendra Siregar setelah bertemu dengan beberapa wakil perusahaan coklat seperti Mars, Cargill, Olam International, Armajaro dan Ferrero di Amsterdam, Belanda pekan lalu.

Mahendra yang hadir dalam acara European Cocoa Assocoation di Belanda itu juga menegaskan komitmen Indonesia dalam hal mengembangkan industri pengolahan kakao di dalam negeri bagi investor dan soal bea keluar (BK) kakao. Calon investor kakao tersebut bahkan mengingkan pemerintah Indonesia untuk tetap memberlakukan BK. “Yang jelas tidak ada alasan bagi pemerintah untuk mencabutnya (BK),” kata Mahendra.

Tidak hanya itu, pemerintah juga menawarkan insentif khusus bagi kakao yang sekarang ini sedang disusun oleh Kementerian Perindustrian. Kebijakan insentif untuk industri kakao tersebut disusun bersama dengan insentif untuk industri CPO dan juga industri karet. “Saat ini masih dalam finalisasi di Kementerian Perindustrian dan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM),” ungkapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×