kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.664.000   -36.000   -1,33%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Per bulan JNE kirim 160.000 produk dari e-commerce


Minggu, 16 November 2014 / 18:39 WIB
ILUSTRASI. Simak 5 Hal yang Bisa Memperlambat Pertumbuhan Rambut Anda


Reporter: Namira Daufina | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Untuk meningkatkan layanannnya, PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (JNE) akan menginvestasikan dana sebesar Rp 600 miliar di tahun depan.

Dana tersebut akan digunakan untuk membangun hub atau tempat singgah baru, memperbesar lahan e-commerce, membangun gudang dan menambah kendaraan operasional.

Johari Zein, Managing Director JNE mengatakan, investasi tersebut harus dikeluarkan karena permintaan akan jasa pengiriman terus meningkat. Terutama dari e-commerce.

“Bayangin aja shipment perbulan itu 8 juta produk dibagi 25 hari nah setengahnya adalah pengiriman e-commerce,” kata Johari, belum lama ini.

Jadi jika dihitung total pengiriman e-commerce per bulannya sekitar 160.000 produk atau sekitar 6.400 produk per harinya.

Sayangnya, Johari tidak menungkapkan hub mana saja yang akan dibangun. Yang jelas kata dia, saat ini JNE memiliki 5.000 titik hub di seluruh Indonesia. Khusus di Jakarta ada 4 hub besar dengan 400 titik transit.

Sedangkan untuk gudang baru, JNE akan membangun dua jenis gudang baru, yaitu yang konvensional dan robotik.

Gudang konvensional akan dibangun di Cimanggis, Jakarta dan untuk gudang robotik akan berlokasi di S.Parman, Slipi, Jakarta. “Kami juga akan sewa pesawat untuk menyiasati pengiriman via udara,” kata Johari.

Itu dilakukan JNE dikarenakan saat ini perusahaaan jasa pengiriman sangat bergantung pada kecepatan, sehingga pengiriman via udara menjadi salah satu tulang punggung. Jika hanya numpang kepada pesawat komersial kapasitas angkutnya kecil yaitu hanya 2 – 3 ton. Sedangkan kebutuhan JNE, jauh diatas itu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×