kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Peran Startup Mendukung Perkembangan Ekonomi Hijau Kian Penting


Kamis, 10 November 2022 / 12:40 WIB
Peran Startup Mendukung Perkembangan Ekonomi Hijau Kian Penting
ILUSTRASI. Warga berolahraga di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Minggu (5/6/2022). TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN


Reporter: Ahmad Febrian | Editor: Ahmad Febrian

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kesadaran pentingnya menjaga lingkungan terus meningkat. Badan sains nasional Australia, CSIRO, dan Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia menggandeng RekaPitch Kedaireka dan National Plastics Action Partnership (NPAP) terus berupaya mengurangi krisis sampah plastik

Kerjasama itu melalui Plastics Innovation Hub Indonesia. Sejak kemitraan yang diluncurkan pada Maret 2022, melalui pelatihan yang ketat, ada delapan tim dengan performa terbaik melakukan presentasi solusi bisnis berkelanjutan mereka,

Dengan mengangkat berbagai ide bisnis dari produk pertanian bebas plastik hingga menyediakan solusi teknologi yang meningkatkan mata pencaharian pemulung. Delapan tim tersebut merupakan bagian dari upaya untuk mencapai tujuan Pemerintah Indonesia dalam mengurangi sampah plastik di laut hingga 70% pada tahun 2025.

Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi,  Nizam mengatakan, program Demo Day ini selaras dengan tema prioritas yang diangkat oleh RekaPitch Kedaireka, yaitu mengenai green economy.

Peran startup (perusahaan rintisan) dalam memajukan inovasi dan pertumbuhan ekonomi hijau di Indonesia menjadi kian penting. “Perusahaan rintisan ini memiliki semangat terus berkembang. Sehingga ke depan juga dapat mendorong peran perguruan tinggi untuk dapat menghadirkan nilai ekonomi baru serta mewujudkan ekosistem riset dan kolaborasi inovasi yang berkelanjutan sebagai solusi atas berbagai permasalahan masyarakat global di masa depan.” kata Nizam, dalam rilis yang diterima Kontan.co.id, Rabu (9/11).

CSIRO Counsellor & ASEAN Director, Amelia Fyfield mengatakan, ilmu pengetahuan dapat mengubah tantangan lingkungan ini menjadi peluang ekonomi dengan meradikalisasi seluruh siklus hidup plastik an dengan kolaborasi lintas sektor untuk menciptakan perubahan yang sistemik dan inklusif.

“Inovasi sama pentingnya dengan ketelitian ilmiah dalam memecahkan masalah global ini, jadi sangat menarik untuk bekerja bersama mitra-mitra kami untuk melatih generasi penerus pembuat perubahan paling menjanjikan di Indonesia,” kata Fyfield

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×