Close | x
kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR15.171
  • SUN90,77 -0,26%
  • EMAS626.185 0,32%

Perang dagang untungkan Indonesia terutama untuk CPO

Senin, 16 April 2018 / 19:11 WIB

Perang dagang untungkan Indonesia terutama untuk CPO
ILUSTRASI. Panen tandan buah segar kelapa sawit



Berita Terkait

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dengan China akan menguntungkan bagi Indonesia. Ekspor Indonesia ke China terutama untuk Crude Palm Oil (CPO).

Hal itu dikarenakan adanya rencana pembatasan impor kedelai oleh China dari AS. "Perang dagang antara AS dan China bisa menjadi potensi yang bagus," ujar Direktur Eksekutif Dewan Minyak Sawit Indonesia (DMSI), Iskandar Andi Nuhung kepada Kontan.co.id, Senin (16/4).


Iskandar bilang selama ini China menggunakan kedelai dari AS untuk memenuhi sebagian kebutuhan minyak nabatinya. Pola hidup masyarakat yang menyukai makanan digoreng membuat kebutuhan minyak nabati China besar.

Hal itu dapat dimanfaatkan oleh Indonesia. Pemberhentian impor kedelai dari China dapat membuat CPO masuk untuk menjadi substitusi kebutuhan minyak nabati China.

"Perang dagang yang dilakukan akan membuat China butuh minyak nabati lain termasuk sawit," terang Iskandar.

Asal tahu saja China merupakan salah satu negara tujuan ekslor CPO Indonesia terbesar kedua. Ekspor CPO Indonesia ke China berada di bawah India.

Iskandar bilang tiap tahunnya Indonesia mengekspor CPO sebesar 7 juta ton hingga 8 juta ton. Angka tersebut menguasai 50% hingga 60% konsumsi minyak nabati China.

Penghentian impor kedelai dinilai akan membuat ekspor CPO melonjak. Iskandar memperkirakan ekspor CPO dapat mencapai angka 10 juta ton hingga 11 juta ton.

Namun, hal tersebut dinilai perlu upaya dari pemerintah. "Potensi tersebut tergantung pada pemerintah melakukan penetrasi pasar," jelas Iskandar.

Sementara dari segi ketersediaan bahan baku, Iskandar optimistis peningkatan ekspor dapat dipenuhi. Hal tersebut diperlukan substitusi dari negara yang ekspornya turun.

Salah satu negara tujuan yang ekspornya turun adalah India. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), ekspor CPO ke India turun 22,95% pada periode Januari hingga Maret 2018.

"India menerapkan bea masuk tinggi meskipun pemerintah berupaya untuk melakukan negosiasi dan beberapa upaya lainnya," ungkap Kepala BPS Suhariyanto.

Suhariyanto menambahkan Indonesia perlu melakukan pengamanan CPO. CPO memiliki kontribusi yang besar bagi perdagangan Indonesia.

Reporter: Abdul Basith
Editor: Yudho Winarto

MAKROEKONOMI

TERBARU
Seleksi CPNS 2018
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0033 || diagnostic_api_kanan = 0.1595 || diagnostic_web = 0.8322

Close [X]
×