Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah berkomitmen melakukan percepatan terhadap proyek strategis nasional Kilang Minyak Tuban, Jawa Timur atau Grass Root Refinery (GRR).
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia menegaskan, kelanjutan kerja sama antara PT Pertamina dengan perusahaan asal Rusia, Rosneft Oil Company, menjadi salah satu fokus yang harus segera diselesaikan.
Bahlil menyebutkan bahwa aspek penting seperti pembebasan lahan sudah rampung, sehingga proyek ini tidak boleh lagi tertunda agar manfaat investasinya bisa segera dirasakan bagi ketahanan energi nasional.
Baca Juga: Vale Indonesia (INCO): Kerja Sama Nikel RI-Filipina Tak Berpengaruh ke Investasi HPAL
"Memang, saya dalam pertemuan kemarin di Rusia, saya katakan bahwa salah satu isu yang kita harus selesaikan itu adalah kerjasama Pertamina sama Rosnev. Di mana lahannya itu sudah diselesaikan, bahkan investasi JV (joint venture)-nya pun sudah dilakukan," ujarnya di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (11/5/2026).
Bahlil menekankan, kunci utama dari mega proyek ini adalah kecepatan eksekusi. Menurutnya, tanpa ada langkah akselerasi yang nyata, besarnya nilai investasi tersebut hanya akan menjadi sia-sia.
"Tidak akan bisa kita merasakan manfaat dari investasi ini ketika kita tidak melakukan percepatan. Dan mungkin itu bagian sebagai tindak lanjut dari apa yang dilakukan dalam kesempatan kemarin," lanjutnya.
Baca Juga: Harga Batubara Naik, Perhapi Dorong Pemerintah Kerek Kuota Produksi di RKAB 2026
Terkait target spesifik operasional, Bahlil enggan masuk ke ranah teknis yang menjadi wilayah kerja direksi Pertamina, namun ia memastikan akan mengawal ketat progres proyek ini.
"Saya harus jadi PM (project manager), pimpinan proyek Pertamina. Menteri kan enggak boleh bicara terlalu teknis-teknis. Yang penting cepat. Lebih cepat lebih baik," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













