Reporter: Tendi Mahadi | Editor: Tendi Mahadi
Suhendra menambahkan bahwa pasar karbon yang kredibel dapat mendorong investasi yang lebih besar dalam restorasi gambut, rehabilitasi hutan, konservasi keanekaragaman hayati, dan pemberdayaan masyarakat di sekitar kawasan operasional. Keberhasilan pasar karbon, menurutnya, sangat bergantung pada integritas proyek, transparansi pengukuran, kejelasan metodologi, serta penerimaan pasar domestik dan internasional.
APKI, kata dia, berkomitmen mendukung pengembangan kredit karbon berkualitas tinggi yang memenuhi standar internasional, memberikan manfaat lingkungan yang nyata, sekaligus menciptakan nilai tambah ekonomi dan sosial.
"Dengan dukungan kebijakan yang tepat dan kolaborasi lintas sektor, Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu pemain utama dalam perdagangan karbon berbasis kehutanan di tingkat global,” ujar Suhendra.
Forum bisnis tersebut turut dihadiri perwakilan pemerintah Indonesia, pelaku usaha kehutanan, investor internasional, asosiasi perdagangan emisi, serta sejumlah mitra strategis dari Amerika Serikat.
Melalui forum ini, Indonesia menegaskan komitmennya untuk memperkuat posisi sektor kehutanan sebagai bagian penting dalam agenda mitigasi perubahan iklim global, sekaligus membuka peluang kolaborasi investasi hijau untuk mendukung pencapaian target FOLU Net Sink 2030 dan pembangunan ekonomi berkelanjutan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













