kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.772.000   35.000   1,28%
  • USD/IDR 16.957   -16,00   -0,09%
  • IDX 9.010   -124,37   -1,36%
  • KOMPAS100 1.238   -17,33   -1,38%
  • LQ45 871   -12,96   -1,47%
  • ISSI 330   -4,30   -1,29%
  • IDX30 446   -8,42   -1,86%
  • IDXHIDIV20 522   -16,69   -3,10%
  • IDX80 137   -2,04   -1,46%
  • IDXV30 144   -4,36   -2,93%
  • IDXQ30 142   -3,40   -2,34%

Permintaan aluminium akan naik 10% dalam 5 tahun ke depan


Selasa, 11 Oktober 2011 / 14:04 WIB
Permintaan aluminium akan naik 10% dalam 5 tahun ke depan
ILUSTRASI. Kontak dekat saat ini, menurut WHO, berarti interaksi tatap muka dengan orang yang terpapar virus corona selama 15 menit pada jarak kurang dari satu setengah meter.


Sumber: Bloomberg | Editor: Rizki Caturini

SEOUL. Menurut riset Novelis Inc., permintaan aluminium dari negara-negara Asia pada tiga hingga lima tahun ke depan akan meningkat 8%-10%. China menjadi negara terbesar yang akan menyerap ketersediaan aluminium di pasar.

"Kami melihat permintaan aluminium untuk bahan baku otomotif, perangkat elektronik, kaleng, transportasi dan konstruksi terus meningkat dari tahun ke tahun," ujar Philip Martens, CEO Novelis Inc.

Peningkatan permintaan tentu akan mengangkat harga aluminium yang sempat terpangkas hingga 9% tahun ini, akibat pelemahan permintaan pasar.

Ia bilang, harga aluminium akan berada di kisaran US$ 2.300 hingga US$ 2.500 per metrik ton pada enam bulan ke depan.

Harga aluminium untuk pengiriman tiga bulan hari ini turun 0,6% ke level US$ 2.246 per metrik ton di London Metal Exchange (LME) pada pukul 15:05 waktu setempat.

Pada 2017, Martens memprediksi, negara-negara Asia akan menjadi pasar aluminium terbesar, menggeser Amerika Utara dan Eropa.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×