Reporter: Leni Wandira | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Evo Manufacturing Indonesia (EMI) melepas ekspor perdana produk pakan hewan peliharaan (pet food) ke Filipina dari fasilitas produksinya di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, Kamis (12/2). Ekspor ini menandai langkah awal perusahaan masuk ke pasar global dengan produk buatan dalam negeri.
Plant Director EMI sekaligus Co-Founder Evo Group, Dimas Baskoro, mengatakan fasilitas produksi EMI saat ini memiliki kapasitas terpasang sebesar 52.000 ton per tahun dan akan terus dikembangkan hingga mencapai kapasitas ultimate 180.000 ton per tahun untuk segmen wet food.
“Di lahan sekitar 37 hektare ini, kami juga tengah membangun pabrik dry food dengan kapasitas awal 37.000 ton per tahun yang akan dikembangkan hingga 110.000 ton per tahun. Total kapasitas produksi ke depan ditargetkan bisa mencapai sekitar 300.000 ton per tahun,” ujar Dimas di Pabrik PT. Evo Manufacturing Indonesia di Kab. Banyuasin, Sumatera Selatan, Kamis (12/2).
Baca Juga: Lima Perusahaan Asal China yang Lolos Tender Proyek Waste to Energy Danantara
Menurut Dimas, pasar global pet food saat ini tumbuh rata-rata 8,5% per tahun, sementara pasar domestik Indonesia mencatat pertumbuhan lebih tinggi, sekitar 14,5% per tahun. Namun, lebih dari 60% pertumbuhan pasar nasional masih didominasi produk impor.
Melalui pengoperasian pabrik di Banyuasin, EMI menargetkan pengurangan ketergantungan impor sekaligus peningkatan kontribusi ekspor nasional. Produk yang dikirim ke Filipina merupakan 100% hasil produksi dalam negeri dengan bahan baku yang bersumber dari nelayan dan peternak ayam lokal.
“Kami ingin menjawab kebutuhan pasar global sekaligus memperkuat pasar domestik dengan produk nasional. Ekspor perdana ini menjadi bukti bahwa produk pet food Indonesia mampu bersaing di pasar internasional,” kata Dimas.
Selain Filipina, perusahaan juga menjajaki peluang ekspor ke kawasan Asia Tenggara dan Timur Tengah. Pada 2026, EMI menargetkan perolehan sertifikasi internasional sebagai prasyarat ekspansi ke pasar Eropa dan Amerika Serikat.
EMI sendiri berdiri sejak 2023 dan memproduksi merek Life Cat dan Life Dog. Sebelumnya, produk tersebut diproduksi melalui makloon di China. Namun sejak 2023, perusahaan membangun fasilitas manufaktur sendiri di dalam negeri dengan dukungan mesin berstandar Eropa dan sistem riset dan pengembangan (R&D) internal.
Dimas menambahkan, pengembangan industri pet food nasional berpotensi memberikan nilai tambah pada sektor perikanan dan peternakan domestik, sekaligus memperkuat basis manufaktur pangan non-manusia di dalam negeri.
“Visi kami adalah menjadi perusahaan unggul di industri makanan hewan kesayangan dengan mengandalkan sumber daya lokal, teknologi berstandar global, serta inovasi berbasis riset,” ujarnya.
Baca Juga: Mendag Lepas Ekspor Perdana Pet Food ke Filipina, Pasar Global Tembus US$ 26,3 Miliar
Ke depan, EMI berharap ekspor perdana ini menjadi fondasi bagi penguatan industri manufaktur pet food nasional yang lebih berdaya saing di pasar global.
Selanjutnya: Rekor Pertemuan Bali United vs Persija Jakarta, Siapa yang Menang?
Menarik Dibaca: Anti Pucat! Ini 4 Warna Lipstik yang Cocok untuk Kulit Kuning Langsat
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













