kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.042.000   -45.000   -1,46%
  • USD/IDR 16.916   25,00   0,15%
  • IDX 7.362   -27,28   -0,37%
  • KOMPAS100 1.021   -6,48   -0,63%
  • LQ45 751   -1,06   -0,14%
  • ISSI 259   -0,96   -0,37%
  • IDX30 401   1,72   0,43%
  • IDXHIDIV20 497   5,73   1,17%
  • IDX80 115   -0,59   -0,51%
  • IDXV30 134   1,20   0,90%
  • IDXQ30 129   0,61   0,48%

Permintaan Armada Meningkat, Penjualan Kendaraan Niaga Prospektif 2026


Kamis, 12 Maret 2026 / 21:15 WIB
Permintaan Armada Meningkat, Penjualan Kendaraan Niaga Prospektif 2026
ILUSTRASI. Momentum Ramadan-Lebaran picu lonjakan penjualan kendaraan niaga Februari 2026. Pelaku usaha logistik & UMKM siap raih keuntungan (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Reporter: Zendy Pradana | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sejumlah perusahaan kendaraan niaga optimistis tahun 2026 akan menjadi periode pertumbuhan bagi industri ini. Optimisme tersebut muncul setelah kinerja sektor kendaraan komersial pada tahun sebelumnya tercatat tetap solid meskipun menghadapi tekanan pasar.

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menyoroti adanya peningkatan penjualan kendaraan niaga pada Februari 2026. Kenaikan tersebut dinilai dipicu oleh sejumlah faktor yang mendorong aktivitas distribusi dan operasional bisnis.

Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Perindustrian Saleh Husin mengatakan bahwa salah satu faktor utama yang mendorong tren penjualan kendaraan niaga adalah momentum menjelang Ramadan dan Lebaran.

"Pertama, momentum menjelang Ramadan dan Lebaran yang meningkatkan aktivitas distribusi barang sehingga pelaku usaha logistik, ritel, dan UMKM menambah armada kendaraan operasional," ujar Saleh Husin kepada Kontan, Kamis (12/3/2026).

Baca Juga: Pemerintah Minta Pedagang Daging di Atas HAP Dilaporkan ke Satgas Saber

Selain faktor musiman tersebut, Saleh menjelaskan peningkatan penjualan juga dipengaruhi oleh permintaan dari konsumen fleet atau perusahaan yang melakukan ekspansi maupun peremajaan armada pada awal tahun.

"Ketiga, dukungan proyek pemerintah dan aktivitas ekonomi sektor riil yang membutuhkan kendaraan untuk kegiatan logistik dan distribusi barang," kata Saleh.

Di samping itu, pameran otomotif dan berbagai program promosi awal tahun turut mendorong transaksi kendaraan niaga. Kondisi daya beli pelaku usaha yang mulai membaik juga menjadi pendorong tambahan karena banyak perusahaan mulai melakukan investasi kendaraan operasional sejak awal tahun.

Sementara itu, pelaku industri juga menilai prospek pasar kendaraan niaga tetap positif meskipun persaingan semakin ketat.

President Director PT Isuzu Astra Motor Indonesia Masayasu Hideshima mengatakan strategi perusahaan difokuskan pada pemenuhan kebutuhan pelanggan serta penguatan posisi di segmen kendaraan komersial.

“Tahun 2025 adalah periode yang penuh dinamika, mulai dari kondisi ekonomi yang fluktuatif, pengambilan keputusan pelanggan yang terus berkembang, hingga persaingan di segmen kendaraan niaga yang semakin kompetitif," ujarnya saat media gathering do Jakarta, Kamis (26/2/2026).

Baca Juga: ESDM Waspadai Dampak Perang Timur Tengah Bakal Mulai Dirasakan April 2026

Ia menambahkan bahwa dengan strategi yang disiplin dan berorientasi pada kebutuhan pelanggan, perusahaan mampu menjaga performa bisnis tetap solid.

Pada tahun 2025, PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) mencatat pangsa pasar kendaraan niaga sebesar 29%. Kontribusi terbesar berasal dari Isuzu Traga yang menyumbang 47,5% dari total penjualan, diikuti oleh Isuzu Elf sebesar 23,7% dan Isuzu Giga sebesar 18,2%.

Seiring dengan pertumbuhan jumlah kendaraan yang beroperasi atau Isuzu Unit in Operation (UIO), perusahaan juga terus memperkuat layanan purna jual.

Armada Bengkel Isuzu Berjalan (BIB) meningkat dari 156 unit menjadi 162 unit. Sementara itu, Bengkel Mitra Isuzu (BMI) bertambah dari 165 unit menjadi 175 unit. Jaringan part shop juga berkembang menjadi 2.097 titik pada 2025, naik dari 1.930 titik pada 2024.

Selain itu, dukungan empat unit Part Depo serta layanan Mechanic & Part on Site di area pertambangan dan perkebunan turut menopang kinerja bisnis suku cadang yang tumbuh 4,6% secara tahunan.

Dengan meningkatnya aktivitas distribusi barang, dukungan proyek pemerintah, serta investasi armada dari pelaku usaha, prospek industri kendaraan niaga pada 2026 diperkirakan tetap berada dalam tren pertumbuhan positif.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×