Reporter: Zendy Pradana | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) mengklaim telah menyiapkan sejumlah strategi agar tetap mampu menjaga kinerja ekspor kendaraan sepanjang tahun 2026.
Vice President Director PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), Bob Azam, menjelaskan bahwa perusahaan akan tetap fokus pada implementasi rencana yang telah disusun untuk menghadapi tantangan dan peluang ekspor pada tahun depan.
"Dalam menjalankan kinerja ekspor tahun 2026, kami akan tetap berfokus pada implementasi rencana yang telah disusun, dengan tetap adaptif terhadap dinamika pasar global," ujar Bob Azam kepada Kontan, Kamis (16/4/2026).
Menurut Bob, TMMIN juga terus memantau perkembangan permintaan dari setiap negara tujuan ekspor. Langkah ini dilakukan agar perusahaan tetap dapat menjaga fleksibilitas produksi sesuai kebutuhan pasar.
Baca Juga: Krisis TPA Mengancam, Pemerintah Pacu Proyek Pengolahan Sampah Jadi Energi
"Kami secara konsisten memantau perkembangan permintaan di negara tujuan ekspor serta menjaga fleksibilitas produksi guna memastikan kesesuaian dengan kebutuhan pasar, sekaligus mempertahankan kualitas dan daya saing produk," tandas Bob.
Kinerja ekspor kendaraan Toyota pada awal tahun 2026 tercatat mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan. Selama periode Januari hingga Maret 2026, ekspor kendaraan merek Toyota mencapai sekitar 73.154 unit.
Jumlah tersebut meningkat sebesar 11.678 unit atau tumbuh 19% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebanyak 61.467 unit.
"Kami mencatat bahwa kinerja ekspor kendaraan merek Toyota pada awal tahun 2026 menunjukkan tren yang positif. Sepanjang Januari hingga Maret 2026," ujar Bob Azam kepada Kontan, Kamis (16/4/2026).
Baca Juga: Garuda Indonesia Siapkan 15 Pesawat dan 1.085 Awak untuk Penerbangan Haji 2026
Bob menilai tren positif ekspor Toyota pada awal tahun ini didorong oleh peningkatan permintaan dari pasar global. Kondisi tersebut dinilai menjadi modal penting bagi perusahaan untuk menjaga pertumbuhan ekspor sepanjang tahun.
"Kami melihat capaian ini sebagai awal yang baik dalam menjaga keberlanjutan kinerja ekspor sepanjang tahun 2026, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu basis produksi dan ekspor secara global," ungkap dia.
Di sisi lain, data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan bahwa Toyota masih menjadi salah satu kontributor utama ekspor kendaraan nasional.
Berdasarkan data wholesales Gaikindo, Toyota berhasil mengekspor kendaraan sebanyak 60.584 unit atau setara dengan pangsa 29,0% terhadap total ekspor kendaraan nasional.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













