kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45919,51   10,20   1.12%
  • EMAS1.350.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Permintaan Jasa Kapal Trans Power (TPMA) Masih Cukup Tinggi pada Semester II 2023


Senin, 04 September 2023 / 17:53 WIB
Permintaan Jasa Kapal Trans Power (TPMA) Masih Cukup Tinggi pada Semester II 2023
ILUSTRASI. Realisasi penambahan armada baru melambat, Trans Power (TPMA) tetap pastikan permintaan jasa masih tinggi. KONTAN/Fransiskus Simbolon/21/05/2019


Reporter: Amalia Nur Fitri | Editor: Handoyo .

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten pelayaran, PT Trans Power Marine Tbk (TPMA) menyatakan bahwa permintaan jasa kapal tongkang masih cukup tinggi di semester II 2023. 

Direktur TPMA Rudy Sutiono menuturkan permintaan tersebut diikuti dengan keterbatasan jumlah tongkang. Namun begitu, hal ini tetap membawa keuntungan terhadap Perseroan sehingga pihaknya optimistis tren kinerja yang optimal terus berlanjut di semester II 2023 ini.

"Kqmi optimis tren ini masih terus berlanjut sampai akhir 2023," ujarnya kepada Kontan, belum lama ini. 

Sebagai informasi saja, pada semester I 2023 lalu, TPMA mencetak kinerja cemerlang dengan membukukan pendapatan bersih sebesar US$ 32,42 juta, naik 11,31% YoY dari US$ 28,76 juta per 30 Juni 2022. Sementara laba bersih TPMA pada semester I-2023 mencapai US$ 9,07 juta atau meningkat 53,07% dibanding semester I 2022 yang sekitar US$ 5,93 juta.

Baca Juga: Pendapatan dan Laba Trans Power Marine (TPMA) Ditargetkan Naik 30% Tahun Ini

Ia melanjutkan hingga kini realisasi kapal baru TPMA sudah mencapai 2 set yang diterima di pertengahan tahun 2023. Pihaknya juga juga telah memesan 5 set kapal baru tahun lalu.

Rudy menyatakan Perseroan masih menunggu penyelesaian pesanan armada yang diharapkan bisa selesai di akhir 2023.

"Jadi sebenarnya tahun 2023 ini kami belum memesan armada baru karena seperti dijelaskan sebelumnya, untuk pesanan tahun lalu saja masih ada yg belum selesai," kata dia.

Dia menambahkan, bila memesan di tahun ini, maka hal tersebut membutuhkan waktu penyelesaian sekitar dua tahun. Di sisi lain, TPMA mengatakan bahwa saat ini pihaknya memang kekurangan armada sehingga semua armada sudah dalam kondisi full utilized

 

Asal tahu saja, TPMA menyediakan capital expenditure (capex) atau dana belanja modal sebesar US$ 38 juta untuk membeli 5 set kapal untuk perusahaan dan 15 set kapal untuk anak usaha, yakni PT Trans Logistik Perkasa.

Sementara pada 2023, TPMA mengalokasikan capex US$ 40 juta yang ditujukan untuk membeli 5 set kapal untuk perusahaan dan 20 set kapal untuk Trans Logistik Perkasa.

"Mengenai kontrak, semua kontrak panjang dilanjutkan oleh pelanggan lama, sehingga dengan kondisi kontrak sekarang saja, semua armada sudah full utilized,"ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×