kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.633.000   -8.000   -0,30%
  • USD/IDR 18.114   84,00   0,47%
  • IDX 5.886   12,32   0,21%
  • KOMPAS100 765   1,79   0,23%
  • LQ45 583   0,61   0,10%
  • ISSI 203   0,65   0,32%
  • IDX30 330   -0,34   -0,10%
  • IDXHIDIV20 408   -2,34   -0,57%
  • IDX80 87   0,32   0,37%
  • IDXV30 111   -0,29   -0,26%
  • IDXQ30 106   -0,57   -0,53%

Permintaan Lahan Industri Melonjak, SSIA Optimistis Target Penjualan 2026 Tercapai


Kamis, 09 Juli 2026 / 12:33 WIB
Permintaan Lahan Industri Melonjak, SSIA Optimistis Target Penjualan 2026 Tercapai
ILUSTRASI. PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) optimistis mampu mencapai target penjualan lahan industri hingga akhir 2026 (Dok/SSIA)


Reporter: Diki Mardiansyah | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) optimistis mampu mencapai target penjualan lahan industri hingga akhir 2026 seiring permintaan yang masih menunjukkan tren positif.

VP of Investor Relations & Corporate Communications SSIA Erlin Budiman mengungkapkan, hingga semester I-2026 perkembangan bisnis perusahaan masih berada di jalur yang sesuai dengan target yang telah ditetapkan pada awal tahun.

Menurut Erlin, permintaan lahan industri pada kuartal II-2026 meningkat signifikan menjadi lebih dari 400 hektare, dibandingkan sekitar 260 hektare pada periode sebelumnya.

"Kami melihat perkembangan bisnis SSIA hingga semester I masih sesuai dengan target perusahaan, terutama dari sisi permintaan lahan industri yang pada kuartal kedua meningkat menjadi lebih dari 400 hektare," ujar Erlin kepada Kontan, Kamis (9/7/2026).

Ia menambahkan, permintaan lahan sepanjang tahun ini masih didominasi oleh sejumlah sektor strategis, seperti industri otomotif, elektronik, baterai, pusat data (data center), pergudangan, serta makanan dan minuman.

ssBaca Juga: Surya Semesta (SSIA) Incar Ekspansi Industri dari Bekasi-Karawang ke Subang

Menurutnya, tingginya minat dari sektor-sektor tersebut membuat perusahaan tetap optimistis target penjualan lahan hingga akhir tahun dapat tercapai.

"Kami masih cukup optimistis dapat mencapai target yang telah ditetapkan perusahaan pada awal tahun. Namun, kami terus memantau perkembangan dinamika domestik maupun global yang berpotensi memengaruhi keputusan investasi calon tenant," jelasnya.

Selain kawasan industri, SSIA juga mencatat kinerja yang tetap stabil pada segmen perhotelan. Erlin menyebut belum terdapat penurunan signifikan jumlah wisatawan mancanegara yang menginap di hotel-hotel bintang lima milik perusahaan.

Sementara itu, tingkat okupansi hotel bintang tiga juga menunjukkan perbaikan. Hingga April 2026, rata-rata okupansi mencapai 69%, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar 65%.

 

Adapun pada lini konstruksi, anak usaha SSIA, PT Nusa Raya Cipta Tbk (NRCA), telah membukukan kontrak baru senilai Rp 1,14 triliun hingga Mei 2026.

Erlin menambahkan, perusahaan masih optimistis target kontrak baru NRCA dapat tercapai mengingat secara musiman perolehan proyek biasanya meningkat pada semester II, terutama pada kuartal III dan kuartal IV.

Meski demikian, SSIA belum mengungkapkan realisasi penjualan lahan maupun tingkat okupansi di kawasan industri Subang Smartpolitan hingga semester I-2026. Perusahaan menyatakan data tersebut akan diumumkan bersamaan dengan rilis kinerja semester I-2026.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Teori, Strategi & Taktik Penagihan Kredit/ Piutang Macet Secara Dini & Terintegrasi Serta Efisien & Efektif

[X]
×