kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.904.000   -43.000   -1,46%
  • USD/IDR 16.853   10,00   0,06%
  • IDX 8.212   -53,08   -0,64%
  • KOMPAS100 1.158   -9,98   -0,85%
  • LQ45 830   -9,73   -1,16%
  • ISSI 295   -1,25   -0,42%
  • IDX30 432   -3,95   -0,91%
  • IDXHIDIV20 516   -4,82   -0,92%
  • IDX80 129   -1,21   -0,93%
  • IDXV30 142   -0,67   -0,47%
  • IDXQ30 139   -1,75   -1,24%

Permintaan Makanan dan Minuman Naik Saat Imlek, Namun Tidak Signifikan


Jumat, 28 Januari 2022 / 16:49 WIB
Permintaan Makanan dan Minuman Naik Saat Imlek, Namun Tidak Signifikan
ILUSTRASI. Permintaan terhadap produk makanan minuman di Indonesia sudah memperlihatkan tren peningkatan sejak Desember 2021.


Reporter: Dimas Andi | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Hanya dalam hitungan hari perayaan Tahun Baru Imlek 2573 Kongzili akan tiba, tepatnya pada 1 Februari 2022 nanti. Lantas, bagaimana pengaruh Tahun Baru Imlek kali ini terhadap bisnis makanan dan minuman (mamin) di Indonesia?

Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) Adhi S. Lukman mengaku, permintaan terhadap produk mamin di Indonesia sudah memperlihatkan tren peningkatan sejak Desember 2021 lalu.

Walau begitu, ia memperkirakan, lonjakan permintaan yang signifikan tidak akan terjadi pada Imlek tahun ini, sekalipun para pelaku usaha tetap rajin memberi promo atau diskon kepada konsumen.

Baca Juga: Simak, Ini Sektor yang Diproyeksi Raup Untung di Tahun Macan Air

Permintaan produk mamin yang lebih besar kemungkinan terjadi saat momen Ramadan dan Lebaran yang kebetulan di tahun ini jaraknya agak berdekatan dengan Tahun Baru Imlek. Alhasil, para pelaku usaha pun juga mulai bersiap menyambut momen tersebut.

“Sepertinya kalau Imlek permintaannya tidak seheboh saat Lebaran,” imbuh Adhi, Jumat (28/1).

Pihak Gapmmi sendiri menilai, bisnis mamin masih memiliki sejumlah tantangan di tahun ini. Mulai dari isu kenaikan biaya energi, berlanjutnya kelangkaan kontainer, sampai rencana pengenaan PPN 11% di tahun ini.

Sederet faktor tersebut membuat harga produk-produk mamin berpotensi besar mengalami kenaikan. Prediksi Gapmmi, harga jual produk mamin ke konsumen berpeluang naik sekitar 4%-7% di tahun ini, walau kenaikan tersebut tidak lebih tinggi dari kenaikan biaya energi atau bahan baku.

Maklum, industri terkait pangan bersifat sensitif terhadap harga, sehingga potensi kenaikan harganya cenderung moderat.

Baca Juga: Gappmi Akui Industri Mamin Akan Terdampak Jika Terjadi Kenaikan Biaya Energi

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

[X]
×