Reporter: Leni Wandira | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK) terus mengandalkan inovasi produk untuk menjaga pertumbuhan bisnis di tengah meningkatnya kebutuhan sarung tangan global.
Pada awal 2026, produsen cetakan sarung tangan (former) ini mulai memperkenalkan generasi baru cetakan sarung tangan ringan (lightweight former) yang ditujukan untuk meningkatkan efisiensi pelanggan.
Direktur Utama MARK Ridwan Goh mengatakan inovasi menjadi salah satu faktor utama yang mendukung posisi perseroan sebagai pemimpin pasar global cetakan sarung tangan.
Baca Juga: Tiga Rumah Sakit Primaya Hospital Peroleh Pengakuan atas Keunggulan Layanan Stroke
"Industri former membutuhkan keahlian khusus, pengalaman, dan kemampuan inovasi yang berkelanjutan. Kami terus memperkuat kapasitas produksi dan meningkatkan kualitas agar dapat memenuhi kebutuhan pelanggan global," ujar Ridwan dalam keterangan resminya, Jumat (19/6/2026).
Perusahaan saat ini berada dalam momentum pertumbuhan yang positif. Kapasitas produksi dua pabrik MARK di Sumatera Utara telah meningkat dari 1,4 juta unit menjadi 1,5 juta unit per bulan dan telah terisi penuh. Bahkan, pesanan dari pelanggan global telah masuk hingga kuartal III 2026.
Dengan kapasitas produksi terbesar di dunia dan pangsa pasar global sekitar 40%, MARK menjadi salah satu pemasok utama former bagi produsen sarung tangan di Malaysia, Vietnam, Thailand dan China yang merupakan pusat industri sarung tangan dunia.
Prospek bisnis perusahaan juga ditopang oleh tren pertumbuhan permintaan sarung tangan global. Berdasarkan data Malaysian Rubber Glove Manufacturers Association (MARGMA), kebutuhan sarung tangan dunia diperkirakan mencapai sekitar 300 miliar unit per tahun dengan pertumbuhan jangka panjang sekitar 8% per tahun.
Pertumbuhan tersebut didorong oleh meningkatnya kesadaran kesehatan, regulasi keselamatan kerja yang semakin ketat, pertumbuhan populasi, serta semakin luasnya penggunaan sarung tangan di berbagai sektor nonmedis.
MARK juga menikmati keunggulan dari basis pendapatan ekspor yang dominan. Pada kuartal I 2026, sekitar 82,9% penjualan perseroan berasal dari pasar ekspor. Struktur pendapatan berbasis dolar Amerika Serikat (AS) tersebut dinilai mampu memberikan perlindungan alami terhadap fluktuasi nilai tukar rupiah sekaligus menjaga stabilitas margin perusahaan. Selain itu, pada kuartal I 2026 perseroan membukukan keuntungan selisih kurs sebesar Rp 2,19 miliar.
Di sisi lain, manajemen menilai industri cetakan sarung tangan memiliki hambatan masuk yang tinggi karena membutuhkan tingkat presisi, penguasaan material, proses manufaktur, serta kemampuan riset dan pengembangan yang tidak mudah ditiru pemain baru.
Baca Juga: Roatex Dorong Finalisasi Uji Coba MLFF untuk Percepatan Digitalisasi Jalan Tol
Berbekal pengalaman lebih dari dua dekade, MARK optimistis dapat mempertahankan posisinya sebagai salah satu produsen former sarung tangan terbesar di dunia sekaligus memanfaatkan pertumbuhan kebutuhan sarung tangan global dalam jangka panjang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













