kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Pertahankan pangsa pasar, Blue Band tambah varian


Jumat, 13 Februari 2015 / 10:58 WIB
Pertahankan pangsa pasar, Blue Band tambah varian
ILUSTRASI. Manfaat bayam untuk kesehatan tubuh.


Reporter: Widiyanto Purnomo | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. PT Unilever Indonesia Tbk butuh kerja keras untuk meningkatkan penjualan produk margarin di Indonesia. Salah satu tantangan yang harus dihadapi produsen margarin ini adalah, kebiasaan penduduk Indonesia yang belum terbiasa dengan produk margarin.

Johan Mantik, Brand Manager Blue Band PT Unilever Indonesia Tbk bilang, untuk meningkatkan penjualan, pihaknya harus meningkatkan edukasi. Sebab, “makanan pokok warga Indonesia adalah nasi bukan roti,” kata Johan di Jakarta, kamis (12/2).

Selain melakukan edukasi ke konsumen, Unilever Indonesia juga membuat terobosan dengan mengeluarkan produk baru. Seperti yang dilakukan kemarin (12/20, dimana Blue Band meluncurkan produk margarin baru yang mengandung omega 3 dan 6.

Untuk mendukung penjualan, Blue Band juga berusaha menyentuh semua segmen pasar margarin dengan cara membuat beraneka ragam kemasan margarinnya.

Johan mengklaim, saat ini Blue Band menguasai 60% pangsa pasar margarin di Indonesia. Namun sayang, Johan enggan memberikan perincian soal kondisi pasarnya tersebut. “Yang jelas, kami confident tetap menjadi pemimpin pasar margarin,” terang Johan.

Perlu diketahui, Unilever Indonesia memiliki pusat produksi margarin di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat. Seluruh produksi margarin pabrik itu melayani pasar domestik.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×