kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.673.000   -30.000   -1,11%
  • USD/IDR 17.822   -47,00   -0,26%
  • IDX 6.177   4,80   0,08%
  • KOMPAS100 808   -9,54   -1,17%
  • LQ45 609   -7,52   -1,22%
  • ISSI 213   1,66   0,79%
  • IDX30 345   -4,23   -1,21%
  • IDXHIDIV20 421   -5,17   -1,21%
  • IDX80 92   -1,32   -1,42%
  • IDXV30 113   -1,72   -1,50%
  • IDXQ30 110   -1,54   -1,38%

Pertalite tak sesuai rekomendasi Tim Reformasi


Minggu, 19 April 2015 / 20:35 WIB
ILUSTRASI. Indomilk di Jakarta Coffee Week 2023


Reporter: Pratama Guitarra | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Munculnya produk baru Bahan Bakar Minyak (BBM) Pertalite berkadar Research Octane Number (RON) 90 ini tidak sesuai dengan rekomendasi Tim Reformasi Tata Kelola Migas.

Pasalnya, produk baru ini memunculkan pemburu rente baru karena harganya tidak ada dalam Meant Plat Of Singapure (MOPS). Anggota Tim Reformasi Tata Kelola Migas, Agung Wicaksono menilai, bahwa munculnya produk baru milik Pertamina ini tidak sesuai dengan rekomendasi tim.

Pasalnya, Pertamina dalam waktu enam bulan diminta untuk menghapus RON 88 dan digantikan dengan RON 92, bukan lagi membuat varian baru.

Untuk RON 90 ini kata Agung, harga jualnya tidak ada dan bukan mengacu kepada Meant Of Plat Singapur (MOPS). "Kalau RON 92 kan jelas ada harganya di MOPS, nah kalau RON 90 ini gimana? bagaimana menentukannya," terangnya kepada KONTAN, Minggu (19/4).

Dia meminta agar penentuan harga ini ditentukan oleh Pemerintah yang dibahas ke Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Komisi VII. "Agar lebih transparan, karena produk baru ini tidak mengacu pada MOPS dan harganya tidak ada dan belum jelas," tandasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight promo optimal Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×