Reporter: Fitri Nur Arifenie |
JAKARTA. PT Pertamina (Persero) akan meningkatkan penjualan bahan bakar minyak (BBM) tiap tahun, khususnya untuk BBM yang subsidi. Sedangkan untuk BBM yang nonsubsidi, jumlah penjualan Pertamina akan terus turun hingga 2014.
“Rencana penjualan BBM dan Non-BBM milik Pertamina yang dilaporkan kepada Kementrian BUMN tiap tahunnya ada yang mengalami kenaikan ada yang mengalami penurunan,” kata Deputi Pertambangan, Industri Strategis, Energi dan Telekomunikasi, Sahala Lumban Gaol.
Tahun ini, sebut Sahala, Pertamina akan menjual BBM sebesar 54,9 juta kiloliter (KL). Penjualan tersebut, imbuh Sahala terdiri dari 36,4 juta KL BBM bersubsidi dan 18,5 juta KL untuk jenis BBM non subsidi. Khusus untuk BBM bersubsidi, perseroan berencana mendistribusikan premium sebanyak 21,4 juta KL, solar 11,2 juta KL, dan kerosin (minyak tanah) sebesar 3,8 juta KL.
Sementara untuk penjualan elpiji bersubsidi ditargetkan mencapai 3 juta Metric Ton (MT) dan penjualan non BBM tidak bersubsidi seperti pelumas, elpiji tidak bersubsidi, dan Petrokimia mencapai 5,1 juta KL.
Kemudian, pada tahun 2011, Pertamina berniat untuk menjual 37,2 juta KL BBM bersubsidi dan tahun 2012 sebanyak 37,8 juta KL. Sementara pada tahun 2013, Pertamina memproyeksikan penjualan sebesar 38,8 juta KL dan pada tahun 2014 sekitar 39,3 juta KL.
Berdasarkan data yang dirilis oleh Kementerian BUMN, mulai tahun 2011 penjualan minyak tanah, BUMN Migas tersebut diproyeksikan akan tetap stabil di level 2 juta KL sejalan dengan selesainya program konversi minyak tanah ke elpiji.
Stabilnya penjualan minyak tanah menyebabkan perusahaan plat merah itu harus menambah penjualan elpiji untuk kemasan 3 kg. Tahun ini, penjualan elpiji hanya sebesar 3 juta MT, pada tahun 2011 bisa bertambah menjadi 3,5 juta MT hingga pada 2014, penjualan elpiji mampu menembus angka 3,90 mt.
Sedangkan untuk penjualan premium diproyeksikan akan meningkat dari 21,4 juta KL pada 2010 menjadi 23 juta KL di tahun berikutnya. Sementara penjualan premium yang ditargetkan mencapai 23,6 juta KL pada tahun 2012, akan meningkat menjadi 24,5 juta KL pada tahun 2013 dan 25,1 juta KL pada tahun 2014.
Sementara itu, penjualan solar pada tahun 2011 dan 2012 akan stabil di level 12,2 juta KL, kemudian naik menjadi 12,3 juta KL di tahun 2013 dan kembali turun menjadi 12,2 juta KL di 2014.
Berbeda dengan penjualan BBM bersubsidi terus mengalami peningkatan, Sahala mengatakan bahwa penjualan BBM non subsidi BUMN Migas itu justru akan terus menurun. Pada tahun 2011, jumlah penjualan BBM non subsidi 18,3 juta KL dan turun menjadi 17,6 juta KL pada tahun 2012, 17,1 juta KL pada 2013 dan 16,6 juta KL pada tahun 2014.
“Penurunan BBM Non Subsidi karena Pertamina berkomitmen untuk meningkatkan penjualan BBM Non subsidi sebagai badan usaha yang ditunjuk untuk melakukan pso,” kata Sahala.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













